REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Tim verifikasi lapangan dari PT Liga Indonesia kembali melakukan pengecekan kesiapan lapangan persatuan sepakbola makassar (PSM). Dalam pengecekan tersebut, listrik yang berada di lapangan masih belum memenuhi standar Liga Indonesia.
Setelah melakukan pengecekan, Barry Timothy, anggota verifikasi lapang PT Liga Indonesia mengatakan, keadaan penerangan di lapangan Mattoangin masih belum baik. Sebab, penerangan dari empat menara yang ada masih belum memenuhi standar penerangan Liga Indonesia.
"Standarnya 800 Lux, saat ini hanya ada 273 lux. Ini memang meningkat dua kali lipat dari pengecekan sebelumnya. Tapi tetap belum cukup," ujar Barry saat ditemui di Stadion, Senin (9/2).
Dia mengatakan PT PSM harus segera memperbaiki penerangan stadion minimal hingga H-1 sebelum pertandingan pertama mereka 4 Maret mendatang melawan juara bertahan Persib Bandung.
Sementara Manajer Umum PT PSM (Pagolona Suawesi Mandiri) Irsal Oherella menyebut, lampu yang berada di empat tower ini memang sudah cukup tua. Sekitar 14 tahun sejak 2001. Maka dia berjanji pihaknya akan segera melakukan renovasi besar-besaran untuk penambahan penerangan.
Opsi yang diambil yaitu dengan mengganti lampu yang usang dan memiliki daya kecil. Serta menambah bohlam lampu supaya penerangan bisa melebihi keinginan dari PT Liga.
"Yang jelek jelas kita ganti agar lebih bagus penerangannya. Selain itu kita akan menambah lampu di setiap tower. Sehingga kapasitas lebih besar. Karena dikhawatirkan saat daya listik di stadion menurun, lampu akan sedikit lebih. Makanya kita berjaga di awal," jelasnya.
Selain itu pihaknya akan segera menjalin kerja sama dengan PT.Philips sehingga mereka bersedia untuk mencukupi kebutuhan lampu yang ada di stadion. Philips juga akan menjadi penentu lolos tidaknya Stadion Mattoangin untuk menjadi home base PSM. Pasalnya PT. Liga Indonesia nantinya akan meminta rekomendasi dari PT. Philips apakah penerangan di stadion ini cukup atau tidak.
Di sisi lain, PT Liga Indonesia juga telah memberikan masukan agar perlengkapan lain seperti pagar stadion, hingga perlengkapan di ruang ganti pemain segera bisa diselesaikan. Karena pencahayaan bukan menjadi syarat mutlak sebuah stadion bisa digunakan untuk menggelar Liga Indonesia musin 2015-2016.