REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Cerita perselisihan pesepakbola asal Perancis, Samir Nasri dan pelatih tim nasional Prancis Didier Deschamps seolah tidak pernah berakhir. Sekedar catatan perseteruan ini bermula ketika eks punggawa Arsenal itu tidak dipanggil ke Piala Dunia 2014 oleh sang juru taktik.
Padahal saat itu, Nasri baru menorehkan catatan positif di level klub. Yakni menjadi juara Liga Inggris bersama Manchester City. Dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi, L'Equipe, Nasri menyindir sikap Deschamps, yang menurutnya tidak berperilaku sebagai seorang pria. Pasalnya, ia menginginkan Deschamps memberikan penjelasan secara langsung kepada dirinya alasan kenapa ia tidak dipangil.
Ia berharap agar sang pelatih bisa mengetahui bagaimana perasaannya saat absen di perhelatan terbesar sepakbola sejagat itu. "Setidaknya kami memilki percakapan antarpribadi sebagai laki-laki," sindir Nasri.
Lantaran masalah ini, gelandang berusia 27 tahun itu memutuskan pensiun dari timnas Perancis. Bagi Descamps, alasan dasar mengapa ia tidak memakai jasa Nasri, karena sang pemain kerap berulah di luar lapangan.
Dalam hal ini, ia mengingkan pemain yang tidak hanya memiliki skill yang bagus kala bermain. Tapi ditunjang kepribadian yang pantas ditiru, karena saat ini mereka adalah idola banyak orang.
Kisah teranyar perilaku bengal Nasri adalah ketika ia mengeluarkan kata-kata kotor terhadar reporter yang bertugas saat meliput perempat final Piala Eropa 2012. Antara Perancis melawan Spanyol. Akibat hal itu, ia pun dilarang bermain untuk tiga partai Internasional.