REPUBLIKA.CO.ID, BERNE -- Sekitar 1.000 penggemar Parma melakukan protes di depan stadion tim pada Ahad (22/2) ketika pertandingan Liga Italia Serie A melawan Udinese dibatalkan karena klub yang terbelit masalah keuangan itu tidak mampu membayar tenaga keamanan atau polisi.
Kapten Parma Alessandro Lucarelli mengecam Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan Liga Italia Serie A karena membiarkan masalah ini di klub mantan juara Piala UEFA ini berlanjut. Para pemain sudah tidak digaji sepanjang musim.
Para penggemar memasang poster-poster bertuliskan "ditutup untuk perampokan" di pintu-pintu stadion, ketika mereka berkumpul sebelum pertandingan yang awalnya dijadwalkan dimainkan pada pukul 14.00 waktu Italia untuk melakukan protes damai.
Presiden klub Giampietro Manenti berjanji untuk membayar gaji-gaji yang belum terbayar pada awal pekan lalu. Namun, para pemain mengatakan mereka masih belum menerima apapun dan pertandingan itu dibatalkan oleh FIGC pada Jumat (20/2).
"Ini situasi yang tidak dapat diterima, tidak ada kredibilitas," kata walikota Parma Federico Pizzarotti kepada para pewarta. "Apakah mereka membayar gaji-gaji atau mereka membiarkan orang lain mengambil alih."
Lucarelli berkata kepada Gazzetta dello Sport, "Ia (Manenti) mengambil alih dengan kata-kata bagus dan janji-janji besar."
"Ia memperlihatkan bank di mana tertulis bahwa terdapat dana sebesar 100 juta euro untuk diinvestasikan di Parma. Namun setiap hari, selalu pembicaraan yang sama...ada masalah-masalah teknis dan bahwa kami harus menunggu sedikit lebih lama. Faktanya adalah, kami belum menerima satu euro pun."