Sabtu 07 Mar 2015 20:27 WIB

FIFA Minta Iran Hapus Larangan Perempuan Datang ke Stadion

Rep: C69/ Red: M Akbar
FIFA
Foto: Antara/Reuters
FIFA

REPUBLIKA.CO.ID, ZURICH -- Presiden FIFA, Sepp Blatter, meminta Iran untuk mengakhiri peraturan yang melarang para perempuan dari negaranya untuk menonton pertandingan sepakbola. Hal ini bahkan dikatakannya sebagai situasi yang tak tertahankan.

"Saat saya berkunjung ke Iran pada November 2013, saya tidak hanya diperlihatkan dengan betapa populernya antusiasme terhadap sepakbola. Tapi juga larangan untuk perempuan untuk datang ke pertandingan sepakbola," tulisnya di majalah mingguan FIFA, dikutip Standard Media.

Ia mengaku telah mengangkat topik itu saat melakukan pertemuan dengan Presiden Irak, Hassan Rouhani. Ia menyatakan langsung bahwa sitiasi tak terhankan sudah seharusnya diubah meski dengan perlahan.

"Namun, tak ada yang terjadi. Larangan ini masih berlaku di Iran, meski pun keberadaan organisasi sepakbola perempuan berkembang," lanjut Blatter.

Karena menurutnya hal ini tak bisa berlanjut, ia pun mengajukan solusi terhadap pemerintah Iran. Ia menyerukan agar pihak pemerintah membuka stadion sepakbola untuk perempuan.

Hal yang berbeda terlihat saat pelaksanaan Piala Asia di Australi beberapa waktu lalu. Ribuan pendukung Iran hadir termasuk ribuan perempuan yang bebas untuk muncul di Australia tanpa batasan pakaian.

Suporter perempuan itu kemudian menjadi berita besar oleh media lokal. Kondisi ini mendorong pemerintah Iran untuk mengingatkan para pemain agar waspada terhadap pose foto yang dapat diunggah ke dia sosial.

Larangan terhadap perempuan ini di satu sisi juga sebenarnya merugikan bagi pihak negara Iran. Pasalnya mereka terancam gagal dianugrahi kesempatan menjadi tuan rumah Piala Asia 2019.

Blatter juga mengkritisi konfederask benua yang gagal memilih setiap wanita ke komite eksekutif FIFA.

"Dalam semua konfederasi tidak ada wanita, 'ini olahraga yang macho'. Itu patut disayangkan. Kita harus merubah ini di masa depan," ungkap dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement