REPUBLIKA.CO.ID, NAPOLI -- Penyerang Inter Milan, Mauro Icardi tak mau kalah dari penyerang Hellas Verona Luca Toni. Icardi mengikuti jejak Toni yang menjebol gawang AC Milan lewat tendangan penalti ala Panenka saat Inter berhadapan dengan Napoli dalam lanjutan Serie A pada Senin (9/3) dini hari WIB.
Icardi layak disebut lebih hebat dibandingkan Toni. Sebab ia melakukannya saat Inter sedang tertinggal 1-2 dan waktu pertandingan hampir habis. Icardi mampu menunjukkan ketenangan luar biasa ketika mencetak gol dengan teknik mencungkil bola tersebut.
Pesepakbola berusia 22 tahun ini mengaku sudah memikirkan hal tersebut, dan memiliki alasan tersendiri.
"Saya sudah memikirkan hal ini karena saya tahu Andujar mempelajari striker lawan beserta teknik tendangan penalti mereka. Jadi saya tidak ingin dia bisa memprediksi dan melakukan penyelamatan," kata Icardi kepada Sky Sport Italia seperti dikutip Football Italia, Senin.
Icardi tak mau membahas gol berkelasnya ini. Penyerang asal Argentina itu lebih memilih mengomentari skor imbang 2-2 yang diraih timnya. Menurut Icardi, dengan raihan satu poin ini tidak membantu posisi mereka di klasemen.
Eks Sampdoria ini mengaku kalau Napoli bermain lebih baik di babak pertama. Menurutnya, beruntung tim lawan tidak mencetak gol saat berada di atas angin.
Namun ia memuji performa yang ditunjukkan timnya sepanjang laga. Selanjutnya, kata dia, Inter harus kembali bekerja keras, karena telah benyak kehilangan poin di laga-laga krusial. Ia optimistis, La Benemata memiliki prospek yang cerah bersama Roberto Mancini.
"Tim Inter ini telah bekerja keras dan kami ingin menjadi yang terbaik. Kami sudah kehilangan banyak poin musim ini, namun kami tetap menyadari kemampuan kami dan masa depan ada di pihak kami. Kami akan tumbuh bersama Roberto Mancini." ungkap jebolan akademi La Masia ini.