REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Striker Liverpool Raheem Sterling menolak anggapan bahwa dirinya merupakan "pengeruk uang" pada wawancara yang disiarkan pada Rabu (1/4) waktu setempat setelah pembicaraan-pembicaraannya seputar kontrak baru menemui jalan buntu.
Masa depan bintang Inggris berusia 20 tahun itu telah menjadi subyek spekulasi sengit di media Inggris ketika Liverpool berusaha untuk memperpanjang kontraknya saat ini yang akan habis pada 2017.
Sejumlah laporan mengklaim bahwa Sterling telah menolak kesepakatan baru yang bernilai sekitar 100.000 pound per pekan. Namun Sterling mengatakan klaim-klaim bahwa ia menahan harga agar Liverpool semakin menaikkan tawaran merupakan hal yang keterlaluan.
"Saya tidak mau dianggap sebagai pengeruk uang berusia 20 tahun," kata Sterling, yang dilaporkan saat ini menerima 35.000 pound per pekan, dalam video wawancara yang dipublikasi situs BBC Sport.
"Saya hanya ingin dilihat sebagai anak-anak yang suka bermain sepak bola dan ingin melakukan yang terbaik untuk tim."
Ia menambahi, "Saya tidak akan pernah ingin para penggemar untuk berpikir buruk tentang saya, untuk berpikir bahwa saya hanya menginginkan sejumlah uang untuk diri sendiri. Saya ingin mereka memahami bahwa ini sedikit terlalu banyak untuk saya pada musim ini, dengan semua orang membicarakannya setiap menit."
Sterling yang lahir di Jamaika didatangkan Liverpool dari akademi pemain muda Queens Park Rangers pada 2010, dan menembus tim inti di bawah asuhan pelatih Brendan Rodgers pada musim 2012/2013.
Ia merupakan salah satu pemain kunci di tim yang nyaris meraih gelar Liga Primer Inggris pada musim lalu dan telah 14 kali memperkuat timnas Inggris, mencetak gol internasional pertamanya pada Jumat silam saat Tim Tiga Singa menang 4-0 atas Lithuania.
Sterling, yang telah menyumbang sepuluh gol untuk Liverpool musim ini, mengakui bahwa seandainya ia ditawari jumlah yang sama setahun silam, ia kemungkinan akan menyetujuinya.
"Jika, pada saat itu, saya ditawari kontrak, saya tentu akan memutuskan untuk menandatanganinya, mungkin untuk jumlah uang yang lebih sedikit daripada yang dikatakan saat ini," ucapnya. "Saya hanya berpikir kita semakin kehabisan waktu."