Jumat 17 Apr 2015 14:10 WIB

Rezim Djohar Arifin Diharapkan tak Terpilih Lagi, Mengapa?

Rep: C02 / Red: Citra Listya Rini
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin
Foto: republika/prayogi
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Aktivis Save Our Soccer, Apung Widadi menyebut pencalonan diri Djohar Arifin, La Nyalla Mattalitti dan Joko Driyono sebgai Ketua Umum PSSI bagai sandiwara saja. Ketiga nama itu seperti satu kubu untuk mengisi kursi teratas PSSI kembali. 

"Rezim Djohar merupakan yang terkuat. Salah satu akan naik dan ketiganya duduki PSSI kembali," kata kata Apung kepada Republika Online (ROL) di Jakarta, Jumat (17/4).

Apung berharap rezim Djohar tak terpilih lagi. Karena akan mengulangi permasalahan yang sama dengan yang hari ini terjadi. Bahkan, Apung menilai jika Djohar kembali terpilih itu akan memperparah kondisi persepak bolaan Indonesia. 

Apung menyebut mereka (Djohar Arifin, La Nyalla Mattalitti dan Joko Driyono) dan tim yang ada di bawahnya telah gagal. Sehingga rezim itu wajib direformasi oleh para voter. "Voter sebaiknya tak pilih rezim itu lagi," sebut Apung.

Berdasarkan data yang diterima dari Tim Media PSSI di Jakarta, Jumat (17/4), para calon yang akan bersaing tidak mengalami perubahan dari data sebelumnya.

Calon Ketua Umum PSSI periode 2015-2019 yang akan bersiang terdapat sembilan orang yaitu Achsanul Qosasi, Dr. Benhard Limbong, S.Sos, SH, MH, Subardi, SH, MH, La Nyalla Mahmud Mattalitti, Muhammaad Zein, Prof. Dr. Djohar Arifin Husin, Sarman, Syarif Bastaman dan Joko Driyono.

Untuk calon Wakil Ketua Umum PSSI sebanyak 17 orang yaitu Abubakar Assegaf, Achsanul Qosasi, Benhur Tomy Mano, Erwin Aksa, Erwin Dwi Budiman, Gede Widiade, H. M. Zuchli Imran Putra, Hinca I.P Pandjaitan, La Nyalla Mahmud Mattalitti, Muhammad Zein, Maurice Tuguis, Roberto Rouw, H.Subardi, SH, MH, Syarif Bastaman, Drg. Tonny Apriliani, Widjono Hardjanto dan Yunus Nusi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement