Sabtu 18 Apr 2015 12:53 WIB

Seluruh Pengurus PSSI Harus Dihukum Seumur Hidup?

Rep: Ali Mansur/ Red: Citra Listya Rini
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin.
Foto: republika/prayogi
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Di tengah-tengah Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2015 di Surabaya, Sabtu (18/4), pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akhirnya menjatuhkan hukuman kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Semua aktivitas PSSI tidak diakui.

Surat pembekuan bernomor 01307 tahun 2015 tersebut dirilis Kemenpora pada hari ini, setelah ditandatangani langsung oleh sang menteri, Imam Nahrawi, per 17 April 2015. Dalam surat tersebut dijelaskan alasan Kemenpora membekukan PSSI.

Sementara itu, aktivis Save Our Soccer (SOS), Apung Widadi mengapresiasi keberanian Kemenpora untuk membekukan sarang mafia tersebut. Dia menilai keberanian tersebut merupakan sejarah baru dunia sepak bola Indonesia. Namun dia menghimbau jika tugas Kemenpora masih panjang terkait pembekuan PSSI.

"Saya harapkan tim transisi nanti, harus diisi dengan orang yang mengerti sepak bola, hukum dan diharamkan diisi oleh orang PSSI saat ini. Kalau perlu pengurus PSSI saat ini dihukum dan tidak boleh berkecimpung di dunia sepak bola seumur hidup," harap Apung saat dihubungi melalui seluler, Sabtu (18/4)

Apung juga berharap kedepannya nanti perbaikan harus dilakukan secara total. Terutama perbaikan tata kelola klub dan kompetisi. Tidak hanya itu agenda pemberantasan matchfixing juga harus direalisasikan secara nyata tidak hanya wacana semata. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement