REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Merosotnya prestasi domestik Inter Milan dan AC Milan dalam beberapa tahun terakhir diakui pelatih Roberto Mancini telah berdampak pada menurunnya pamor Derby della Madonnina. Musim ini, hingga giornata ke-30, kedua tim kembali harus terjerembab ke papan tengah klasemen dengan Milan duduk di urutan sembilan, sementara Inter di peringkat ke-10.
“Derby ini adalah laga yang penting kendati pamornya sedikit menurun jika dibandingkan beberapa tahun yang lalu,” ujar Mancini dalam jumpa pers jelang laga, seperti dikutip Triball Football.
Zona kompetisi Eropa pun sepertinya sudah sulit dijangkau kedua tim. Maka, derby edisi ke-162 di Giuseppe Meazza, Senin (20/4) dini hari WIB, praktis hanya menyisakan gengsi layaknya laga normal agar kedua tim tidak kehilangan pamornya.
“Meski demikian, laga ini harus menjadi dasar kami untuk bangkit kembali. Siapa yang lebih rugi jika mengalami kekalahan? Inter bertindak sebagai ‘tuan rumah’, jadi dampaknya akan lebih buruk bagi kami. Namun kedua tim saat ini mengalami situasi yang serupa,” tambahnya.
Dalam tujuh laga terakhir, Inter terbukti superior, di mana mereka mampu meraih empat kemenangan dan hanya menelan sekali kekalahan dari Milan.