Selasa 21 Apr 2015 19:21 WIB

Hinca: PSSI Terancam Dua Sanksi FIFA

Hinca Panjaitan
Foto: FOTO ANTARA/Andika Wahyu
Hinca Panjaitan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Ketua Umum PSSI hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya, Hinca Panjaitan menyatakan PSSI terancam dua sanksi FIFA. Ini apabila statusnya terus menerus dibekukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"PSSI bisa disanksi, sanksinya ada dua. Seperti main bola ada kartu merah dan kuning, sanksinya tentu kartu kuning dulu, diberi kesempatan," kata Hinca di Jakarta, Selasa (21/4).

Perumpamaan kartu kuning tersebut merupakan sanksi pertama yang diberikan FIFA dengan memberikan kesempatan pada PSSI untuk terlepas dari sanksi tersebut. Sanksi pertama tersebut, Hinca menjelaskan, berupa pelarangan aktivitas sepak bola Indonesia di dunia internasional di bawah FIFA.

"Kepengurusan PSSI masih ada tetapi tidak boleh beraktivitas seluruh kegiatannya di dunia internasional yang di bawah FIFA. Misalnya Persipura dan Persib yang main di AFC tdk boleh, wasit-wasit Indonesia yang di internasional juga tidak boleh," kata dia.

Dalam sanksi pertama ini FIFA memberikan batas waktu kepada PSSI untuk menyelesaikan masalah pembekuan organisasi. Hinca mengatakan batas waktu yang diberikan tergantung pertimbangan FIFA. Bila dilanggar, barulah 'kartu merah' dicabut.

Dalam sanksi kedua ini, kata dia, FIFA akan langsung mencoret PSSI dalam daftar keanggotaannya. Namun sampai saat ini FIFA belum memberikan sanksi apapun terhadap PSSI.?

Menpora Imam Nahrawi membekukan PSSI melalui surat keputusan yang ditandatangani 17 April, Namun surat tersebut muncul ke publik pada 18 April di saat PSSI sedang mengadakan kongres yang memutuskan La Nyalla Mattalitti sebagai ketua umum.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement