REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA--Kemampuan Barcelona untuk terus mendikte permainan dengan menekan sejak di area lawan akan menentukan peluang Blaugrana meraih treble. Ini disampaikan oleh pelatih Barca Luis Enrique usai timnya berhasil memastikan lolos ke semifinal setelah mengalahkan Paris Saint-Germain 2-0, Rabu (22/4).
Barca membuat awal yang lambat di bawah pelatih baru mereka. Tapi sejak tahun baru Blaugrana melesat. Strategi rotasi Enrique di awal kompetisi ternyata membuat skuat Barca lebih bugar ketimbang tim-tim lain yang pemainnya bertumbangan didera cedera.
"Semuanya tergantung pada kami, mampu tidak untuk bertahan dan menekan di daerah lawan. Untuk itu, Anda butuh para pemain yang bisa bermain maksimal," kata Enrique dalam konferensi pers usai laga seperti dikutip Reuters.
Enrique seolah ingin menjelaskan mengapa ia kerap mengganti atau mencadangkan pemain. Mantan pelatih AS Roma ini mengatakan pemain bukan mesin.
"Ini sangat penting untuk gaya kami bermain. Anda bisa melihatnya setiap pekan di mana tim tidak hanya memiliki ancaman besar saat menyerang tetapi Anda juga memiliki keyakinan kepada mereka di semua sisi lapangan. Agar kami bisa di posisi mana seharusnya berada, kami butuh setiap orang mengeluarkan kemampuan terbaiknya," kata dia.
Gaya Enrique bermain langsung ketimbang era Pep Guardiola. Tapi kedua pelatih yang pernah menukangi La Masia ini sama-sama memulai serangan timnya lewat penguasaan bola.