Senin 27 Apr 2015 10:27 WIB

Menpora Optimistis Pertemuan dengan Klub Hasilkan Titik Temu

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengikuti rapat kerja bersama Komisi X DPR RI Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (5/2). Rapat membahas RAPBN perubahan 2015 sesuai dengan nota keuangan serta evaluasi terhadap PSSI.
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengikuti rapat kerja bersama Komisi X DPR RI Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (5/2). Rapat membahas RAPBN perubahan 2015 sesuai dengan nota keuangan serta evaluasi terhadap PSSI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi optimistis pertemuan dengan perwakilan klub dan PT Liga Indonesia (PT LI), Senin (27/4) akan berjalan lancar dan menghasilkan titik temu dan keputusan yang positif. Untuk mencapai itu, ia berharap semua pihak bisa menjalankan pertemuan dengan baik dan kepala dingin, tanpa sikap emosional dan saling ngotot, demi kebaikan klub dan sepak bola nasional.

Dalam pertemuan hari ini, Kemenpora bakal membeberkan secara langsung kronologis keluarnya surat pembekuan kepada PSSI. Kemudian, akan dibahas lanjutan kompetisi yang kini berhenti untuk sementara usai adanya putusan membekukan PSSI, serta rencana pemebentukan tim transisi PSSI.

"Kita berharap menemukan titik temu pada pertemuan Senin nanti, demi kemajuan sepak bola Indonesia yang lebih baik. Sehingga mengembalikan kejayaan sepak bola Indonesia sebagai macan Asia. Kami ingin mengurai persoalan yang dikeluhkan para pemilik klub agar kompetisi divisi utama maupun liga super tetap berjalan," kata Imam dalam siaran persnya, Senin (27/4).

Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menegaskan, Persebaya Surabaya dan Arema Cronus yang dilarang mengikuti kompetisi Liga Indonesia (QNB League) 2015 karena masalah legalitas klub, tetap masih bisa mengikuti kompetisi. Untuk itu, Pemerintah akan membantu mencari jalan keluarnya.

"Saya pastikan kedua klub yakni Persebaya Surabaya dan Arema Cronus bisa tetap ikut berkompetisi. Saya harap keduanya bersabar. Suporter juga tidak perlu khawatir dan jangan bertindak anarkis," tutur Cak Imam, sapaan akrab Menpora.

Menurutnya, keputusan pemerintah yang hanya memberi lampu hijau kepada 16 klub untuk ikut kompetisi dan melarang Persebaya dan Arema Cronus bukan karena tebang pilih. Namun, karena tidak mau ada kompetisi yang klubnya masih berkonflik serta ada gaji pemain yang tidak dibayar.

“Karena itu, pengurus klub harus duduk satu meja dan pemerintah menjadi mediatornya. Semua akan senang kalau sepak bola kita bebas konflik, dan kompetisi yang baik akan membantu peningkatan prestasi sepakbola nasional yang saat ini masih terpuruk," kata menteri berdarah Madura ini.

"Apapun yang saya lakukan baik terhadap persepakbolaan Indonesia dan cabang olahraga lainnya itu semua demi martabat dan harkat Bangsa Indonesia, tidak boleh lagi prestasi sepakbola Indonesia kalah dengan Timor Leste. Saat ini peringkat sepakbola kita di rangking ketujuh di ASEAN, hal ini bukan hal yang membanggakan," katanya menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement