Selasa 28 Apr 2015 20:34 WIB
Kisruh PSSI

Sikapi Kompetisi ISL yang Tak Menentu, Arema Akan Gelar Rapat Internal

Rep: c74/ Red: M Akbar
Ribuan Aremania di di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (22/1).
Foto: Antara
Ribuan Aremania di di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (22/1).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Media Officer Arema, Sudarmaji mengatakan pihaknya akan melakukan rapat internal untuk menyikapi kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang hingga kini tak diketahui keberlanjutannya. Ia juga menyampaikan pihaknya sangat berharap akan ada perubahan secepatnya untuk keluar dari krisis sepak bola dalam negeri ini. 

“Tetap kami agendakan untuk sosialisasi ke tim karena kompetisi dihentikan untuk saat ini pemain diliburkan. Sampai kapan? Untuk itu kami masih terus memantau perkembangan ke depan,” ujar Sudarmaji, Selasa (28/4).

Ia menambahkan pihak manajemen akan menunggu kepastian kelanjutan kompetisi. Sudarmaji mengatakan bersama tim peserta liga yang lain, Arema menunggu keputusan Menpora mencabut larangan bermain.

“Dengan kondisi seperti sekarang ini kami hanya bisa menunggu, sementara beban klub tetap meningkat. Kami berharap secepatnya ada perubahan,” tambah Sudarmaji.

Pembekuan PSSI oleh Menpora akhirnya benar-benar membuat liga utama di Indonesia terhenti. PT Liga Indonesia secara resmi memutuskan penghentian sementara Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama, terhitung mulai 26 April 2015 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kondisi ini menambah panjang masa penantian para pelatih dan pemain Arema yang berharap segera ada keputusan terkait aktivitas kompetisi.

Menindaklanjuti keputusan PT Liga itu, pihak manajemen Arema belum bisa berbuat banyak. Setelah kembali dari Jakarta Selasa (28/4/2015), pihak Manajemen berencana memberikan sosialisasi pada para pelatih dan pemain Arema. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement