Kamis 07 May 2015 07:37 WIB

Enrique Berhasil Ubah Identitas Barca

Luis Enrique (kanan) mendapatkan selamat dari temannya Pep Guardiola
Foto: REUTERS/Albert Gea
Luis Enrique (kanan) mendapatkan selamat dari temannya Pep Guardiola

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA--Luis Enrique berhasil mengubah identitas Barcelona yang selama ini identik dengan penguasaan bola. Ini terlihat pada leg pertama semifinal Liga Champions menghadai Bayern Muenchen di Camp Nou, Kamis (7/5) dini hari WIB.

Untuk kali pertama selama lebih dari delapan tahun terakhir, Blaugrana kalah dalam penguasaan bola dalam pertandingan di kompetisi Eropa. Lionel Messi dkk hanya mencatatkan 47 persen possession. Tapi pada akhirnya Barca menang telak 3-0.

Terhitung sejak Desember 2006, Barca telah menjalani 96 laga dengan selalu memenangi penguasaan bola. Barca yang terkenal dengan tiki taka menyajikan permainan nyaris sempurna ketika Pep Guardiola saat menukangi klub mulai 2008 hingga 2012. Lawan dibuat kesulitan mencuri bola dari kaki para pemain Barca dan pada saat lengah menyaksikan gawangnya dibobol.

Namun selepas Guardiola pergi, Barca kehilangan greget, hanya mampu mengalirkan bola memutari daerah lawan tanpa bisa mencetak gol. Enrique, pelatih ketiga setelah Pep hengkang, berhasil menjadikan Barca tim yang lebih efektif tanpa kehilangan keindahannya. Enrique membuktikannya melawan tim yang kebetulan saat ini dilatih Guardiola.

"Kami ingin menguasai bola, mereka (Barca) dipaksa mundur, dan harus berlari lebih," kata Guardiola dalam konferensi pers. 

Ia mengatakan saat Muenchen memasang tiga memainkan tiga bek, seharusnya mereka mendominasi tapi kenyataannya tidak. Kemudian Muenchen bermain dengan empat kami dan lebih. Barca memiliki peluang lebih sedikit.

"Kami mampu menghentikan mereka memiliki bola untuk beberapa saat tapi saat kebobolan 0-1 kami kehilangan arah," sesal Guardiola dikutip Reuters.

Kapten Muenchen Philip Lahm menambahkan timnya bermain bagus sepanjang laga. Tapi mereka kemudian dihukum lewat serangan balik sebanyak tiga kali. 

"Pahit, kami punya peluang tapi kehilangan bola dan mereka melancarkan serangan balik. Itu seharusnya tak terjadi," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement