REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Induk organisasi sepak bola Indonesia (PSSI) mengklaim telah berusaha keras untuk mencegah sanksi yang bakal dijatuhkan FIFA. Namun hingga detik ini upaya tersebut belum bisa menjadi jaminan agar Indonesia luput dari sanksi induk sepak bola dunia, atau FIFA. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum PSSI, Erwin Budiawan.
Waktu yang diberikan FIFA untuk menyelesaikan polemik ini tinggal satu hari, apa yang akan dilakukan PSSI?
Kami sudah mengupayakan segalanya agar FIFA tidak menjatuhkan sanksi kepada sepak bola Indonesia. Apalagi FIFA menganggap intervensi pemerintah merupakan pelanggaran serius, dan sudah diatur oleh FIFA. Maka tak ada cara lain untuk mencegah sanksi, selian menuruti apa yang diinginkan oleh FIFA.
Sebenarnya apa yang diinginkan FIFA?
Tentu FIFA menginginkan, agar anggotanya dalam hal ini PSSI, untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi secara mandiri. Pastinya pokok persoalan ini berakar dari Surat Keputusan (SK) terkait pemberian sanksi administratif kepada kami. Sehingga dengan sanksi itu kami tidak bisa menjalankan roda kompetisi, dan FIFA melarang keras pemerintah mengintervensi anggotanya. Sedangkan SK itu adalah salah satu bentuk interventi.
Upaya apa saja yang dilakukan oleh PSSI untuk mencegah sanksi FIFA?
Banyak sekali usaha kami untuk mencegah bangsa ini dari sanksi FIFA. Contohnya, kita melakukan gugatan SK pembekuan itu kepada PTUN Jakarta. Hasilnya PTUN menerima dan mengeluarkan penetapan sela. Sehingga SK itu untuk sementara tidak berlaku. Tapi ingat itu hanya penetapan sela, jadi masih berpotensi SK akan berlaku kembali setelah ada keputusan. Maka kami juga tidak bisa memastikan kepada FIFA jika SK itu sudah dicabut.
Selain itu usaha apalagi?
Kami juga telah meminta bantuan kepada pemerintah. Mulai meminta bantuan kepada DPRD sampai wakil presiden. Mereka (Komisi X) juga tidak setuju dengan adanya SK pembekuan itu. Karena mereka sadar dampak kerugian sangat banyak sejak SK itu diturunkan. Kami meminta kepada mereka untuk mendesak Kemenpora agar mencabut SK tersebut. Mereka menyanggupi keinginan kami.
Selain meminta bantuna dari pemerintah, apa ada upaya lain?
Sebelumnya kami juga melobi FIFA, agar bisa menunda sanksi itu. Namun FIFA hanya memberi tenggat waktu. Mereka tetap komitmen akan menjatuhkan sanksi, jika kami tidak menyelesaikan polemik ini sampai waktu yang diberikan. Tapi hasilnya apa? hingga detik ini SK masih belum dicabut secara penuh oleh Kemenpora.
Bagaimana bentuk sanksi yang bakal diberikan FIFA kepada Indonesia?
Apapun bentuknya sanksi itu, tetap sangat merugikan sepak bola Indonesia. Di samping itu, nama baik Indonesia juga akan tercoreng di mata dunia. Segala aktivitas kompetisi kita tidak akan diakui di mata dunia. KIta tidak bisa mengikuti turnamen internasional, yang terdekat adalah SEA Games di Singapura. Kan sayang kita sudah latihan lama tapi tidak jadi tanding.
Kapan keputusan itu akan diumumkan oleh FIFA?
Pastinya setelah batas waktu yang diberikan oleh FIFA. Kemungkinan besar setelah kongres pemihan presiden baru FIFA berlangsung. Kami berharap ada sanksi ini tidak terjadi. Kami hanya berharap semua pihak membantu agar Indonesia terbebas dari sanksi. Seharusnya Kemenpora juga mengerti dengan kondisi seperti ini.