Sabtu 27 Jun 2015 16:14 WIB

Ketika Tottenham Hotspur Hanya Berorientasi ke Uang

Rep: C35/ Red: Citra Listya Rini
Harry Kane
Foto: AP Photo/Tim Ireland
Harry Kane

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON  -- Bos Tottenhan Hotspur Daniel Levy seringkali memilih bisnis daripada kualitas sepak bolan klub yang dipimpinnya. Kini, mungkin Harry Kane yang akan menjadi korban selanjutnya.

Kondisini ini membuat para fans Spurs geram. Striker Spurs itu baru-baru ini sedang dikaitkan dengan Manchester United, tentunya dengan biaya transfer yang besar.

Alasannya seperti biasa, murni karena uang. Meskipun Kane telah berprestasi untuk Tottenham Hotspur musim lalu. Sebagaimana diketaui pada musim lalu Kane menjadi top skorer klubnya.

Namun dari perspektif bisnis, sangat layak untuk menjual pemain muda saat ini, dengan prestasinya yang bersinar. Aneh ketika Kane tidak pernah bernilai besar, padahal dia telah mencetak 20 gol musim lalu.

Tidak akan ada seorang pun yang menjamin kemungkinan penjualan Kane pada masa transfer seperti ini. Bukan pula alasan meningkatkan kualitas performa klub, jika dari awal orientasinya adalah uang.

Tidak ada pula yang bisa menjamin klub akan terus melakukan hal yang sama ketika bursa transfer musim panas tiba.  Yang jelas, negoisator cerdas seperti Levy akan melakukan transfer Kane dengan biaya transfer semaksimal mungkin.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement