REPUBLIKA.CO.ID, Estadio Municipal Alcasdesa Ester Roa Rebolledo akan menjadi saksi pertarungan Brasil versus Paraguay, Ahad, (28/6) pagi WIB. Kedua tim tersebut bakal saling sikut di babak delapan besar Copa America 2015 di Cile.
Sebelum melangkah ke pertandingan ini, Brasil tercatat sebagai jawara grup C. Skuat polesan Carlos Dunga ini berhasil mencatatkan dua kemenangan dan sekali mengalami kekalahan di babak penyisihan. Meski terkesan superior, sejatinya bukan hal mudah bagi armada Selecao menaklukkan lawan-lawan di babak grup.
Terbukti skor ketat tercipta di setiap laga. Menghadapi Peru, pasukan Samba hanya bisa menang tipis 2-1. Skor yang sama juga mereka dapatkan saat menaklukan Venezuela. Satu-satunya hasil minor diperoleh pasukan kuning biru tatkala ditundukkan Kolombia 0-1.
Namun, jelang laga hidup mati ini, Brasil dipastikan tanpa diperkuat kapten Neymar da Silva. Bomber Barcelona itu terkena larangan tampil lantaran menerima kartu merah serta menghina wasit usai laga menghadapi Kolombia. Meski demikian, Dunga menegaskan timnya tidak akan bergantung pada satu pemain.
Menurut dia, kolektivitas dan kerja keras lebih diutamakan dalam tim peraih juara dunia lima kali itu. Ia juga mewaspadai kekuatan Paraguay yang menurutnya bukan tim sembarangan. "Paraguay tim yang sangat kuat dengan pelatih yang taktis. Mereka menunjukan kekuatan mereka saat melawan Argentina," kata Dunga seperti dilansir dari situs resmi Copa America, tengah pekan ini.
Ya, pada laga penyisihan grup B, La Albirroja julukan Paraguay sempat membuat kejutan kala menghadapi Lionel Messi dan kawan-kawan. Saat itu, skuat besutan Ramon Diaz ini sempat tertinggal 0-2 sebelum akhirnya mampu menyamakan kedudukan 2-2 hingga akhir laga. Kenyataan itu yang membuat Dunga merasa was-was.
"Tidak ada ruang bagi kami untuk melakukan kesalahan," ujar eks kapten timnas Brasil ini.
Hal yang sama juga diusung oleh paraguay kala menghadapi Thiago Silva Cs nanti. Ketidakhadiran Neymar, menurut mereka, tidak akan mengurangi kekuatan Selecao sehingga haram bagi mereka melakukan kesalahan sekecil apapun.
"Brasil tetap berbahaya tanpa Neymar. Mereka memiliki keunggulan di bola mati dan bisa menghukum setiap kesalahan lawan," ujar bek Paraguay, Paulo Da Silva dikutip dari situs resmi Copa America.
Untuk itu, armada Los Guaranies berusaha tampil sempurna. Sehingga mimpi menuju ke semifinal bisa menjadi kenyataan. Da Silva mengatakan jika mereka mampu menaklukkan Brasil, tentu bisa menghadirkan sukacita yang besar untuk penggemar.
"Kami akan memberikan kegembiraan untuk para pendukung. Saya pikir saat ini, kami telah jauh berkembang," tutur bek berusia 35 tahun ini.