REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, mengaku sempat membayangkan kehidupannya setelah pensiun dari pelatih sepak bola. Hal itu disampaikannya menyambut usianya yang akan genap 66 tahun pada 22 Oktober mendatang.
"Pikiran saya lepas dari sepak bola sempat melintas, tapi tidak lebih dari lima detik karena saya sedikit panik," kata Wenger, dilansir dari Telegraph, Kamis (23/7).
Ia juga merasa lebih berkomitmen dengan pasukan Meriam London dari sebelumnya. "Sepak bola adalah hal baru setiap hari. Selalu menuntut 100 persen komitmen. Antusiasme tidak masalah," katanya.
Akan selalu diingat selama sembilan tahun, dari tahun 2005 sampai 2014. The Gunners dalam waktu itu meleset dan mengalami kegagalan meraih posisi apertama. Untuk suporternya, kejadian itu adalah masa tanpa henti untuk konsistensi dan perencanaan tanpa pamrih, juga dasar untuk Arsenal untuk bersaing bersama elite Eropa tanpa dermawan miliarder di belakangnya.
Periode dari tahun 2014, ketika Arsenal telah kongkret mulai mendapatkan keuntungan finansial dari langkah Emirates Stadium, mereka mulai membeli pemain kelas dunia dan memenangkan piala lagi. Namun, ditanya apakah ia benar-benar dapat melihat lebih jauh ke depan, insting Wenger masih sama, terkait pertahanan diri.
"Saya seperti pelatih lain. Tugas seorang pelatih juga mengurangi waktu krisis, "katanya.
Pandangan lain, Wenger mengatakan ia menghindari penghakiman instan melalui jejaring sosial Twitter, meskipun pengalaman yang disalahgunakan terkait Stoke City pada 2014. "Pengalaman membantu anda memiliki penilaian yang baik dari diri sendiri agar tidak terpengaruh oleh apa yang orang katakan," kata pelatih asal Prancis ini.
Dukungan total dari ruang rapat terus bergulir untuk Wenger, meskipun Arsenal telah aktif mencari nasihat tentang pelaksanaan struktur untuk membantu transisi akhir. "Itu sebabnya saya selalu melakukan memperjuangkan financial fair play," kata Wenger.
Hal- hal yang penting menurut The Professor ini diantaranya, orang yang datang memiliki pemain berkualitas top, situasi keuangan yang kuat, dan dapat bekerja dengan ide-idenya.
Di sisi lain Wenger mengakui ia bertemu Sir Alex Ferguson, di Old Trafford setelah Piala FA Arsenal menang di awal tahun. Pembicaraan pensiun adalah hal yang tak terelakkan dalam agenda perbincangan.