REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI -- Real Madrid berhasil menjuarai turnamen International Champions Cup versi Cina. Kepastian ini didapat setelah pada laga terakhir El Real sukses mengalahkan AC Milan melalui adu penalti di Shanghai Stadion, Kamis (30/7) malam WIB.
Meski begitu, pelatih Marid Rafael Benitez menilai tidak mudah bagi timnya untuk bertanding melawan Milan. Terutama jika berkaca pada hasil akhir di mana kubunya hanya mampu unggul lewat adu tos-tosan dengan skor 10-9. Di waktu normal kedua tim bermain imbang 0-0.
Menurut Benitez, tim lawan memiliki kelebihan pada kondisi fisik yang lebih baik. Sebab, lanjut dia, Milan telah berada di negeri tirai bambu dalam beberapa hari untuk melakukan persiapan.
"Kami menghadapi tim seperti Milan yang telah berada di sini selama tujuh hari dan tidak melakukan perjalanan sebanyak yang kami lakukan. Tentu mereka memiliki kecepatan yang lebih baik," tutur Rafa dikutip dari Football Italia, Jumat, (31/7).
Beruntung ia melihat kubu Rossoneri cenderung melambat pada interval kedua. Sehingga perlahan anak asuhnya lebih mudah memegang bola.
Secara keseluruhan, juru taktik berusia 55 tahun ini menilai kampanye mereka di laga pra musim sangat positif. Ia memuji semua penggawa Los Blancos yang tampil total meski hanya berlabel laga uji coba. Sebelumnya Madrid juga menjadi kampiun pada turnamen ICC di Australia.
"Sebagai pelatih anda hanya memberi mereka ide, selanjutnya terserah mereka bertindak di lapangan. Para pemain akhirnya membuat perbedaan," ujar eks arsitek Napoli ini.