Sabtu 08 Aug 2015 07:07 WIB

Pembuktian Harry Kane

Rep: c93/ Red: Fernan Rahadi
Harry Kane
Foto: AP Photo/Tim Ireland
Harry Kane

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Duel panas langsung akan tersaji pada laga pembuka gelaran Liga Primer Inggris musim 2015/2016. Pertandingan yang akan penjadi pusat perhatian para pecinta Liga Inggris adalah laga yang mempertemukan Manchester United dengan Tottenham Hotspur di Old Trafford, Sabtu (8/8) pada pukul 18.45 WIB.

 

Laga sarat gengsi itu pun diprediksi bakal ketat mengingat jika menilik di tabel kelasemen akhir Liga Ingris dua musim terakhir, keduanya saling membayangi. Pada musim 2013/2014, Totenham berada satu tingkat di atas setan merah dengan perbedaan lima poin. Sementara pada musim berikutnya, giliran United yang mengungguli The Lilywhites yang terpaut enam poin.

 

Bagi penyerang Tottenham Hotspur Harry Kane, kemenangan pada laga tersebut juga sebagai ajang membuktikan diri bahwa keputusannya menolak pinangan Van Gaal adalah tepat. Dengan kata lain, tanpa harus bergabung dengan tim besar seperti United pun dia akan mampu menjadi salah satu striker terbaik dunia.

 

"Harry dapat mengelola tekanan ini. Dia masih muda, tapi dia sangat dewasa. Itu adalah cara yang sangat baik untuk menjadi salah satu striker terbaik di dunia," kata pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino seperti dilansir the Telegraph.

 

Pelatih berkebangsaan Argentina tersebut sangat berharap banyak pada kemampuan Kane setelah pada musim lalu dia berhasil menunjukan permainan impresif dengan membukukan 31 gol di semua ajang yang dijalaninya. Terlebih, penyerang lain yang dimiliki Tottenham kerap dihubung-hubungkan dengan tim lain pada bursa transfer musim panas ini.

 

Emmanuel Adebayor contohnya. Dia masih berharap bisa menyelesaikan proses peminjamannya untuk Aston Villa. Sedangkan Roberto Soldado sudah dipastikan kembali ke La Liga untuk bergabung bersama Villarreal.

 

Oleh sebab itu, semangat pemin-pemain muda yang dimiliki Tottenham diyakini Pochettino bisa meraih berbagai hal penting yang menjadi target Tottenham. "Kami memiliki pemain-pemain muda yang sangat ambisius sekarang untuk mencoba mencapai hal-hal yang penting," tambah pelatih berusia 43 tahun tersebut.

 

Sementara itu, juru taktik Setan merah, Louis Van Gaal terus mematangkan racikan formasi yang akan diterapkan saat menghadapi The Lilywhites, terlebih setelah timnya ditaklukan Paris Saint-Germain dengan skor 0-2. Pelatih asal Belanda tersebut menyatakan bahwa formasi yang biasa ia terapkan pada pertandingan pramusim akan terus ia gunakan sebagai formasi awal untuk mengarungi setiap pertandingan yang akan dilalui oleh United.

 

“Kurang-lebih kami akan bermain dengan formasi 4-3-3. Kami sudah mencobanya saat tur pra-musim dan saya sudah cukup puas," kata pelatih kelahiran Belanda tersebut saat ditanya formasi yang akan diterapkannya di Liga Inggris musim 2015/2016.

 

Van Gaal melanjutkan, dari segi taktik, untuk menyukseskan formasi tersebut kuncinya adalah posisi gelandang tengah sebagai pengatur serangan. Sehingga, diperkirakan pelatih berusia 63 tahun tersebut akan tetap menjadikan Wayne Rooney sebagai ujung tombak, dengan dukungan Memphis Depay dan Juan Mata di posisi winger, serta trio gelandang Bastian Schweinsteiger, Morgan Schneiderlin, dan Ander Herrera yang akan mendukung alur bola dari pertahanan ke lini serang.

n c93

ed: fernan rahadi

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement