Ahad 09 Aug 2015 05:52 WIB

Si Bengal yang Kian Meredup

Rep: Frederik Bata/ Red: Fernan Rahadi
Mario Balotelli
Foto: AP Photo/Kirsty Wigglesworth
Mario Balotelli

REPUBLIKA.CO.ID, Salah satu masa keemasan lini depan tim nasional Italia pernah terjadi pada dekade 90-an hingga awal 2000-an. Pada rentang waktu tersebut, Gli Azzurri praktis diperkuat sejumlah bomber handal hingga berujung pada trofi Piala Dunia 2006.

Nama-nama seperti Christian Vieri, Vincenzo Montela, Filippo Inzaghi, Alesandro Del Piero, hingga Fransesco Totti adalah sederet attacante kelas wahid yang dimiliki negeri Pizza pada era tersebut. Tiga nama terakhir bahkan berstatus anggota La Nazionale kala berjuang di Jerman sembilan tahun lalu. Masih ada nama Luca Toni yang tak boleh dihilangkan begitu saja.

Toni terlihat masih bertaji setelah sukses menyabet gelar top skorer Seri A pada edisi pamungkas. Singkat cerita para gladiator itu kian melegenda bersama klub masing-masing sepanjang jaman.

Namun, Usai cerita manis di Berlin, Gli Azurri seakan kesulitan mencari suksesor Totti Cs. Di tengah "Kebingungan" itu, muncul nama Mario Balotelli. Dengan fisik menjanjikan serta berteknik tinggi Balo seakan menjadi jawaban dari semua pencarian.

Ia bahkan meraih Golden Boy Award pada 2010. Sebuah penghargaan yang hanya bisa diraih oleh sedikit pesepak bola masa depan. Di antaranya Lionel Messi, Cesc Fabregas, Wayne Rooney, Paul Pogba, hingga Raheem Sterling yang mendapat pada edisi teranyar.

Kenyataan tersebut menjadikan Balotelli mulai diperhitungkan. Tercatat sejumlah klub besar berebut tanda tangan penyerang berusia 24 tahun itu. Hingga saat ini Balo pernah memperkuat Inter Milan, Manchester City, AC Milan, serta Liverpool.

Ia juga pernah menyabet trofi Liga Primer pada 2012 bersama City, serta gelar Liga Champions saat berkostum Inter pada 2010. Namun, perlahan tapi pasti, sihir Balo mulai meredup. Kariernya berada di titik nadir saat bermarkas di Anfield.

Didaulat sebagai pengganti Luis Suarez, si Bengal bahkan hanya terkesan malas-malasan. Semusim berseragam the Reds Mario cuma mencetak empat gol saat diturunkan oleh Brendan Rodgers di semua ajang. Alhasil klub peraih lima gelar Liga Champions itu mulai tak sabaran.

Faktanya pada bursa transfer kali ini, Liverpool merekrut sejumlah penggawa anyar yang  memiliki naluri menyerang untuk menggeser Balo. Di antaranya ada nama Danny Ings, Roberto Firmino, dan Christian Benteke. Tak pelak gladiator berdarah Afrika itu mulai dipinggirkan. "Mario tidak mengikuti tur, dan saat ini ia berlatih bersama tim di Melwood," kata Rodgers dikutip dari the Guardian.

Kondisi tersebut mengisyaratkan Balotelli tidak masuk dalam rencana Brendan pada musim depan. Saat ini, the Kop hanya menunggu tim lain yang ingin membeli sang pemain dengan harga yang pas. Yakni tidak kurang dari 10 juta Euro (Rp 147 Miliar).

Namun apa yang terjadi? sempat dikabarkan bakal ditampung banyak klub, pria berzodiak Leo itu malah mendapat penolakan. Football Italia melaporkan AS Roma dan Fiorentina tidak bersedia memakai jasa si bengal.

Beruntung dua klub papan tengah Seri A berniat menjadi penyelamat. Sampdoria dikabarkan bakal menampung sang bomber asalkan ada diskon harga dari pemiliknya. Begitu juga dengan Bologna. Nama terakhir bahkan membuka jalur negosiasi.

"Kami akan bersedia membahasnya jika Liverpool menurunkan tuntutan ekonominya," kata manajer umum  I Rossoblu Claudio Fenucci kepada Corriere dello Sport dikutip dari Football Italia.

Meski begitu hingga kini masih belum jelas detail transfer yang terjadi. Masa depan pria kelahiran Palermo ini terus dirundung ketidak-pastian. Setengah memberi harapan, Rodgers tetap meminta komitmen penuh Mario saat menjalani latihan. "Dia harus bekerja keras agar terus fit, dan kami akan melihat saat musim dimulai," ujar arsitek berkebangsaaan Irlandia Utara ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement