Sabtu 15 Aug 2015 00:44 WIB

Aston Villa dan Kisah Lahirnya Fergie Babes

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Israr Itah
Manchester United
Foto: ManUtd.com
Manchester United

REPUBLIKA.CO.ID, BIRMINGHAM -- Beberapa saat lagi Manchester United (MU) akan melakoni laga keduanya di ajang Liga Primer Inggris musim 2015/2016. Klub asal Kota Birmingham, Aston Villa, menjadi lawan mereka pada laga kali ini.

Ada sejarah menarik yang mengiringi laga antara dua klub beda kasta tersebut. Bisa jadi, sejarah yang tercatat dalam laga ini lah titik tolak United dikenal sebagai salah satu klub tersukses di Inggris.

Tepat dua dekade lalu, pada bulan yang sama, MU mengunjungi Villa Park persis seperti yang akan mereka lakukan Sabtu (15/8) dini hari WIB ini. Perbedaannya, saat itu laga tandang tersebut merupakan pertandingan perdana MU pada musim 1995/1996.

Di era itu, MU mulai menjadi momok paling menakutkan bagi klub-klub Liga Primer Inggris. Pasalnya, Iblis Merah perlahan mampu merebut kursi dominasi juara dari raja Inggris saat itu, Liverpool.

Pertemuan bersejarah kedua tim berlangsung 1 Agustus 1995. MU yang masih menelan kekecewaan karena musim sebelumnya finis di bawah juara Blackburn Rovers harus mengawali liga tanpa para pemain kuncinya.

Penyerang Andy Cole, winger Ryan Giggs, dan bek tangguh Steve Bruce belum fit untuk diturunkan. Kapten mereka, Eric Cantona juga masih harus menjalani suspensi bermain akibat ulah kungfu kick pada akhir musim 1994/1995.

Selain mereka, para pemain andalan United di musim sebelumnya seperti Paul Ince, Mark Hughes dan Andrei Kanchelskis juga sudah pergi ke klub lain. Sir Alex Ferguson yang saat itu bersumpah akan melewati raihan 18 trofi Liga Inggris milik Liverpool terpaksa menurunkan para pemain belianya.

Para pemain jebolan akademi United mengisi nyaris seluruh pos di lini formasi pada laga itu. Nama-nama yang dulu masih asing di telinga penggila bola seperti David Beckham, Gary Neville, Phil Neville, Nicky But, Paul Scholes jadi andalan Fergie.

Peluit tandang pertandingan dimulai berbunyi. Benar saja, seperti yang diprediksi para pengamat bola sebelum laga, pasukan muda MU ketar-ketir menghadapi the Villans. Serangan amunisi belia United mudah dipatahkan, barisan pertahanan mereka kocar-kacir diobrak-abrik lawan.

Alhasil, pada babak pertama MU sudah terkapar tiga gol tanpa berhasil membalas satupun ke gawang Aston Villa. Gol-gol yang bersarang ke gawang United lahir dari aksi Mark Draper, Taylor, dan Dwight Yorke.

Pada babak kedua, anak asuh Fergie bermain lebih baik ketimbang yang mereka tunjukan di interval pertama. Satu gol akhirnya berhasil mereka sarangkan melalui sepakan jarak jauh David Beckham.

Namun United kehabisan waktu, gol Beckham di menit ke-82 itu tak bisa lagi diulangi oleh dia maupun rekan-rekannya yang lain. Pasukan Fergie tumbang untuk pertama kalinya di Villa Park sejak Liga Primer mengusung format baru di musim 1992/1993.

Sehari setelah laga, komentator sekaligus pengamat sepak bola paling disegani di era 90an Alan Hansen mencibir pasukan Fergie. Di sinilah, kalimat yang hingga saat ini selalu dikenang oleh fan MU seantaro dunia keluar dari mulut Hansen.

"Anda tidak dapat memenangkan apapun dengan sekumpulan bocah," kata eks penggawa Liverpool di era 1980an itu menyindir pasukan yang Fergie bawa.

Seolah terlecut, Fergie tak mendengar kata-kata Hansen yang notabene adalah fans Liverpool, pria Skotlandia ini malah terus menjadikan Beckham dkk sebagai andalan. Satu musim penuh, 'bocah-bocah' ini tak pernah ketinggalan memperkuat United di semua laga.

Luar biasa. Atas usaha keras, anak-anak muda pilihan Fergie mampu meraih titel. Tidak hanya satu, tapi dua. Gelar Liga Primer Inggris dan trofi piala FA sukses mereka rengkuh.

Semua perkataan dan cibiran yang diterima karena United hanya diperkuat 'anak-anak' tak Fergie ambil pusing. Ia berhasil membalikan setiap omongan miring itu ke mulut masing-masing.  Termasuk, Hansen yang sampai saat ini selalu mengelak menyesali perkataannya dua dua puluh tahun silam itu.

Sejarah pun tercipta, class of 92 (orang juga sering menyebutnya sebagai class of 94) yang berisi nama 'anak-anak' pun mulai merebut hati umat sepak bola. Nama Beckham, Neville bersaudara, Nicky Butt, Giggs dan Scholes yang semuanya telah gantung sepatu masih masyhur. 

Nama pasukan muda United yang dicemooh oleh Hansen sebagai bocah-bocah ini pun mendapat julukan mentereng yang harum namanya sampai sekarang : Fergie Babes.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement