Kamis 27 Aug 2015 16:45 WIB

Mengintip Kekuatan Tim Grup B Piala Presiden (1)

Rep: Ali Mansur/ Red: M Akbar
Arema
Arema

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persaingan ketat tidak hanya terjadi di Grup A Turnamen Piala Presiden, tapi juga bakal tersaji di Grup B. Tuan rumah Arema Cronus bersaing dengan Sriwijaya FC, Persela Lamongan dan juga perwakilan dari Divisi Utama (DU), PSGC Ciamis, untuk memperebutkan dua tempat di babak delapan besar.

Rencananya stadion Kanjuruhan yang merupakan markas Arema Cronus bakal menjadi arena babak penyisihan Grup B Piala Presiden. Pool Malang ini akan memulai pertandingannya pada Selasa (1/9) mendatang. Sebagai pembuka akan menyajikan laga Sriwijaya FC menjajal PSGC Ciamis, dan Singo Edan ditantang Persela Lamongan.

Arema Cronus

Dari empat kontestan Grup B Piala Presiden, tim tuan rumah-lah yang paling siap melakoni babak penyisihan grup dibanding tiga tim lainnya. Tim berjuluk Singo Edan tersebut sudah melakoni beberapa laga ujicoba jelang gelaran Piala Presiden. Termasuk saat mereka menjuarai Turnamen Sunrise of Java (SoJ), beberapa waktu lalu.

Selain itu mereka juga sudah melakoni sesi latihan untuk Piala Presiden  sejak awal Agustus dan sudah melakukan uji coba berkualitas. Bahkan dengan kekuatan pemain musim 2015, Arema menang tipis 1-0 atas juara Liga Super Indonesia (LSI), Persib Bandung.  Dengan persiapan yang telah dilakukannya, membuat Arema dijagokan menjadi juara grup B.

Untuk materi pemain sendiri, Arema tidak banyak mengalami perubahan. Sehingga hingga saat ini kesolidan para pemain pun masih terjaga. Kemudian mereaka juga masih ingin menambah amunisi jelang Piala Presiden. Tak tanggung-tanggung, bintang Persipura Jayapura, Boaz Salossa -pun diincarnya. Namun mereka juga harus bersaing dengan Sriwijaya FC untuk mendapatkan jasa Boaz.

Meski demikian, skuat lama mereka Fabiano Rosa Beltrame, Ahmad Bustomi, Purwaka Yudi, Suroso, Samsul Arief, Cristian Gonzales, masih menjadi kekuatan utama Singo Edan. Sayangnya persiapan matang Arema sedikit terkendala, setelah pelatih kepala mereka Suharno pulang ke pangkuan yang maha kuasa. Joko Susilo sebagai tangan kanan Suharno langsung bisa memegang kendali tim. "Target kami tetap, tak ada yang berubah," jelas Joko Susilo.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement