Sabtu 29 Aug 2015 19:16 WIB

Tantangan Lini Depan the Gunners

Rep: c08/ Red: Fernan Rahadi
Olivier Giroud
Foto: Reuters/Andrew Yates
Olivier Giroud

REPUBLIKA.CO.ID, NEWCASTLE -- Banyak pihak menyoroti lini depan Arsenal yang belum menggigit hingga pekan ketiga Liga Primer Inggris musim ini. Sejauh ini anak-anak asuh Arsene Wenger baru menjaringkan dua gol saja ke gawang lawan. Itu pun satunya merupakan hasil bunuh diri dari pemain Crystal Palace di pekan kedua pada 16 Agustus lalu.

Arsenal yang menyadari sektor depan perlu pasokan pemain baru pada bursa transfer musim panas memang gencar mencari striker baru. Salah satu nama besar yang mereka pantau secara serius adalah penyerang Prancis yang bermain di Real Madrid, Karim Benzema.

Akan tetapi transfer mantan pemain Olympique Lyon 27 tahun itu gagal terwujud karena selain Madrid yang enggan kehilangan Benzema, pemain bernomor punggung 9 itu pun juga menegaskan bahwa ia masih nyaman berada di Kota Madrid dan menganggap Santiago Bernabeu sudah seperti rumahnya sendiri.

Untuk itulah saat melawat ke St James Park Markas Newcastle pada Sabtu (29/8) malam WIB, Arsenal masih harus bertumpu kepada Oliver Giroud yang merupakan satu-satunya pemain yang sudah mencetak gol untuk tim merian London musim ini.

Kekecewaan Wenger terhadap pemainnya dalam mendulang gol semakin memuncak pada laga teranyar melawan Liverpool awal pekan ini. Saat itu the Gunners ditahan imbang tanpa gol di Emirates Stadium.

“Saya akui kami memulai musim ini dengan kurang baik. Ketajaman pemain kami hilang. Kami juga belum bermain baik dpada tiga pertandingan awal,” kata Wenger dilansir dari BBC.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pelatih berjuluk the Professor tersebut tampaknya akan mendorong para pemain dari sektor tengah dan sayap untuk tampil lebih ke depan agar bisa meringankan tugas Giroud sebagai striker tunggal. Wenger dipercaya akan memberikan kebebasan untuk top skorer mereka musim lalu yaitu Alexis Sanchez agar bisa punya ruang yang baik untuk menkonversi menjadi gol buat Arsenal.

Begitupun juga bantuan dari lini kedua seperti Mesut Oezil, Santi Cazorla, maupun Aaron Ramsey . Ketiganya diharapkan tidak hanya menjadi pengumpan, tapi juga membuat sepakan-sepakan dari luar kota penalti.

Bukan tanpa alasan. Pertahanan the Toon Armys diperkirakan tidak akan mudah ditembus oleh anak-anak London Utara karena. Pekan lalu, Newcastle sukses membuat Manchester United frustrasi di Old Trafford karena mereka berhasil menahan setan merah dengan skor kacamata.

Selain fokus membangkitkan kegarangan lini serang Arsenal, pelatih asal Perancis ini juga harus memperhatikan kondisi lini pertahanan mereka karena melawan anak-anak asuh Steve McClaren itu nanti, tim yang pernah bermarkas di Stadion Highbury ini dipastikan tidak bisa diperkuat palang pintu Laurent Koscielny.

Bek timnas Perancis itu sebenarnya sudah merasakan sakit pada punggungnya saat timnya meladeni the Reds. Melawan Newcastle, pemain berusia 29 tahun itu dipastikan akan menepi untuk menghindari cedera punggung yang lebih parah.

Menjamu Arsenal, manajer Newcastle United Steve McClaren tak terlihat gentar sedikitpun. Berkaca dari laga melawan United di Old Trafford, pria yang pernah menjadi asisten pelatih Sir Alex Ferguson itu yakin bahwa kondisi pertahanan timnya dalam kondisi yang solid sehingga sulit ditembus oleh striker lawan.

Ditambah lagi melihat lini depan Arsenal yang tengah mandul membuat the Toon Armys bisa memfokuskan diri pada lini serang mereka agar bisa mencetak gol terlebih dulu. “Performa tim kami saat ini cukup menggembirakan. Kami harus terus menjaga fokus agar tidak kebobolan,” kata McClaren dikutip dari Four Four Two.

Kunci tersebut masih diyakini oleh pria yang pernah melatih timnas Inggris itu karena menjaga pertahanan di awal-awal laga bisa membuat tim lawan frustrasi sehingga anak-anak asuhnya bisa mengendalikan permainan.

Akan tetapi hal itu juga tidak bisa menjadi jaminan bagi Newcastle untuk bisa memenangi duel melawan Arsenal karena secara keseluruhan kondisi tim yang bermarkas di St James Park ini dinilai pengamat belum stabil. Faktanya pada tiga pekan pertama liga primer bergulir, Newcastle baru memperoleh dua poin hasil imbang dua kali dan kalah sekali. Mereka pun masih tertahan di posisi ke-16 klasemen sementara.

Agar bisa memperbaiki diri di klasemen, McClaren harus bisa membakar semangat skuatnya agar tidak hanya menargetkan hasil imbang, tapi juga kemenangan untuk menyapu tiga poin penuh di markas sendiri.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement