Selasa 29 Sep 2015 13:17 WIB

Singo Edan Dihantui Akumulasi Kartu

Rep: Ali Mansur/ Red: Citra Listya Rini
Pemain Arema Cronus melakukan latihan di Stadion Gajayana.
Foto: Antara
Pemain Arema Cronus melakukan latihan di Stadion Gajayana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Jelang putaran pertama babak semi final Piala Presiden, Arema Cronus tengah dihantui  akumulasi kartu. Tercatat ada dua pemainnya yang sudah mengoleksi dua kartu kuning, sebelum babak semi final, serta beberapa pemainnya yang sudah mendapat satu kartu kuning.

Jika tidak pemutihan di babak empat besar maka tim berjuluk Singo Edan bersiap-siap kehilangan dua pemain pilarnya.  Saat ini pihak Arema masih menunggu keputusan dari Mahaka Sport and Entertainment selaku operator.

Namun, pelatih Arema Cronus, Joko Susilo tidak ingin ambil pusing terkait ada atau tidaknya pemutihan di babak semi final. Pelatih yang kerap di sapa Gethuk itu siap menerima apa yang menjadi aturan di Piala Presiden. 

"Kami tidak ingin memikirkan hal itu, kami akan mengikuti regulasi dari Mahaka sebagai penyelenggara, jika ada pemutihan ya alhamdulillah. Kalau tidak ada ya mainkan pemain yang ada," kata Joko Susilo seperti dilansir laman Arema, Selasa (29/9).

Hingga saat ini sedikitnya ada enam orang pemain Arema yang mengoleksi satu kartu kuning di Piala Presiden. Mereka adalah Kurnia Meiga, Arif Suyono, Dendi Santoso, Fabiano Beltrame, Samsul Arif, dan Hasyim Kipuw. Bahkan Juan Revi dan Ferry Aman Saragih sudah mengumpulkan dua kartu kuning. Jika tidak ada pemutihan kartu kuning, maka keduanya bisa absen di babak semifinal.

Sementara Mahaka Sport and Entertainment akan mengunci jadwal babak semi final Piala Presiden pada Selasa (29/9) petang ini. Sebanyak empat klub yang siap berebut dua tiket ke babak pamungkas.

Yaitu Persib Bandung setelah menyingkirkan Pusamania Borneo FC, Arema Cronus usai mengalahkan tim kuda hitam, Bali United Pusam. Sementara Mitra Kukar berhasil lolos ke semi final setelah mengandaskan perlawanan PSM Makassar, dan Sriwijaya FC menang WO atas Bonek FC.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement