REPUBLIKA.CO.ID, SEVILLA -- Berstatus sebagai tim berprestasi musim lalu dengan menjadi kampiun Liga Europa ternyata membuat sedikit beban bagi pemain Sevilla sejak awal musim ini. dampaknya, hingga memasuki pekan ke delapan La Liga, posisi Sevilla masih belum bisa menyentuh papan atas dimana anak-anak asuh Unai Emery itu masih bertengger di posisi ke-13 dengan sembilan poin.
Sebenarnya, sebelum jeda internasional sekitar dua pekan lalu, mental Sevilla mulai membaik karena keberhasilan menaklukkan tim raksasa Barcelona di Ramon Sanchez Pizjuan . Akan tetapi, usai jeda internasional, Emery kembali harus dibuat murka karena skuatnya ditahan imbang oleh Eibar.
Dari hasil yang kurang memuaskan itu, Emery mengkritik pemain-pemainnya yang mudah kebobolan sejak awal laga. Setelah dibobol lawan, kata Emery. timnya juga lambat bereaksi untuk mencetak gol balasan. Menurut Emery, sebuah tim dikatakan sebagai klub besar jika mereka tampil fokus sejak awal laga dan juga melakukan reaksi cepat bila kebobolan lebih dulu oleh lawan.
“Problem kami sekarang adalah mentalitas. Kami selalu telat memberikan respons. Ini harus segera diperbaiki,” kata Emery, dikutip dari Football Espana.
Selain menyelesaikan pekerjaan rumah untuk membenahi mentalitas dan permainan tim, Sevilla juga banyak disorot karena produktivitas tim yang tidak cukup baik musim ini. Di La Liga, Sevilla baru bisa mencetak delapan gol saja dari delapan laga. Dan dari jumlah itu juga mereka justru sudah kemasukan gol sebanyak 13
kali.
Karena itu, Emery berharap pemain-pemain depan berkelas seperti Kevin Gameiro, Vitolo, Vicente Iborra hingga pemain baru Fernando Llorente bisa segera menemukan sentuhan terbaiknya saat beraksi di depan gawang lawan. Bila semua pemain sudah menemukan kematangan dan menyatu satu sama lain, eks pelatih
Valencia itu yakin Rojiblancos bisa kembali ke trek kemenangan. “Kami harus segera menjadi tim yang matang,” ujar Emery.Gelandang bertahan Sevilla Steven N’Zonzi pun siap menjawan tantangan dari Emery dan merebut kemenangan atas Getafe. Pemain 26 tahun yang baru datang dari Stoke City itu mengatakan, salah satu persoalan klubnya itu sejak awal musim adalah karena banyaknya pemain baru yang belum bisa langsung nyetel dengan skema yang diinginkan pelatih.
N’Zonzi pun mengakui bahwa dirinya tidak dapat langsung bermain apik bersama rekan-rekannya di klub yang bermarkas di Ramon Sanchez Pizjuan itu. Selain itu kata dia permainan di La Liga memang jauh berbeda dengan liga-liga lain sehingga pemain-pemain impor dari luar Spanyol memang butuh waktu lebih untuk bisa beradaptasi dengan baik. “Kami harus segera tumbuh. Sudah saatnya kami merebut banyak kemenangan,” kata N’Zonzi.
Sementara kondisi tim tuan rumah Getafe saat ini sedang lumayan bagus di beberapa laga terakhir. Di tiga pertandingan terbaru klub asuhan Fran Escriba itu tidak pernah kehilangan poin. Mereka berhasil menang 3-0 atas Levante, menahan imbang tim kuda hitam Celta Vigo dan teranyar adalah menang besar 4-0 dari Las Palmas.
Hasil itu membuat poin Getafe sekarang sudah sebanyak 10 angka sehingga berhak atas posisi 11, atau dua garis di atas Sevilla. Berlaga di kandang Sevilla, Getafe juga tidak akan menyerahkan begitu saja poin penuh kepada lawannya itu.
Sevilla (4-2-3-1)
Pelatih: Unay Emery
Penjaga gawang: Rico
Belakang: Rami, Kolodziedjszak (tengah), Tremoulinas (kiri), Coke (kanan)
Tengah: N’Zonzi, Krychowiak (gelandang bertahan), Reyes, Vitolo, Iborra
Depan: Gameiro
Getafe (4-2-3-1)
Pelatih: Fran Escriba
Penjaga gawang: Guaita
Belakang: Alexis, Vergini (tengah), Denis Suarez (kanan), Lago (kiri)
Tengah: Lacen, Rodriguez (gelandang bertahan), Leon, Sarabia, Rodriguez (gelandang serang)
Depan: Vazquez
Lima Pertemuan Terakhir
8/2/2015 Getafe 2-1 Sevilla
15/9/2014 Sevilla 2-0 Getafe
12/5/2014 Getafe 1-0 Sevilla
5/1/2014 Sevilla 3-0 Getafe
20/1/2013 Getafe 1-1 Sevilla