REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Pelatih Real Madrid Rafael Benitez mengatakan gelandang asal Jerman Toni Kroos tetap menjadi pemain penting lOS bLANCOS kendati performanya sedang menurun.
Kross yang menjalani musim kedua di Spanyol sejak bergabung dari Bayern Muenchen justru menjadi pemain pengganti yang tidak digunakan dalam dua pertandingan terakhir karena Benitez memainkan gelandang Brasil Casemiro.
Padahal Kroos sudah menciptakan 12 assist dan dua gol dalam 55 penampilan pada musim 2014/15. Musim ini ia hanya membuat satu assist tanpa gol dalam 18 laga.
Pesepakbola 25 tahun itu hanya menjadi penonton dari bangku cadangan kala Real dikalahkan Villarreal 0-1 dalam ajang La Liga akhir pekan lalu. Kroos diharapkan kembali turun kala Los Blancos menghadapi Rayo Vallecano, Senin (21/12) WIB.
"Toni Kroos adalah pemain hebat dan ketika saya berbicara dengannya, dia selalu menunjukkan siap bermain di mana pun posisi yang kami anggap terbaik. Dia tetaplah pemain penting bagi kami," kata Benitez dalam konferensi pers dilansir Reuters, Sabtu (19/12).
Madrid saat ini berada pada posisi tiga klasemen sementara atau tertinggal lima poin dari Barcelona dan Atletico Madrid yang sama-sama memiliki 35 poin. Tekanan di pundak Benitez meningkat setelah Real Madrid dihajar Barcelona 0-4 dalam El Clasico bulan lalu.
Benitez juga menjadi sasaran kekesalan fan atas tersingkirnya Real dari Copa del Rey karena menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat.
Florentino Perez yang dikenal sebagai presiden klub yang tidak sabar dinilai akan mendepak pelatih jika tim terus-terusan main buruk, kecuali Benitez segera memperbaiki kinerja tim.
"Untungnya saya telah bekerja selama bertahun-tahun pada tiga negara berbeda dan tiga liga penting dengan memenangkan gelar dan saya memiliki sedikit pengalaman. Jadi saya hanya mencoba untuk melakukan pekerjaan saya dan saya juga telah menghabiskan bertahun-tahun di Real Madrid, " kata Benitez ketika ditanya tentang spekulasi pemecatannya.
Mantan pelatih Valencia, Liverpool, Inter Milan, Chelsea dan Napoli itu memulai kiprah kepelatihan bersama tim muda Real Madrid setelah kariernya sebagai pemain berakhir akibat cedera.