REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perseteruan antara Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti versus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sepertinya masih belum usai.
Kali ini, La Nyalla kembali merespons secara reaktif adanya permintaan dari Menpora agar pengurus PSSI tidak boleh dari partai politik. La Nyalla menyatakan, dia bukanlah pengurus partai apa pun. (Baca: Kemenpora Minta KLB, La Nyalla: KLB Untuk Apa? Memangnya yang Sekarang Kenapa?)
''Tetapi, apakah orang yang kebetulan aktif di partai tidak boleh membina olahraga? Apakah di cabang olahraga lain tidak ada pengurus yang juga aktif di partai? Apakah di badan-badan yang dibentuk Kemenpora, seperti BOPI dan BSANK, tidak ada orang yang aktif di partai? Coba dibaca lagi apa ada aturan seperti itu. Kalau saya, jelas bukan pengurus partai,'' kata La Nyalla seperti dilansir dari laman resmi PSSI, Kamis (11/2).
Sementara, terhadap syarat yang lain, yang intinya bermuara pada perbaikan tata kelola sepak bola dan upaya meminimalkan perilaku buruk di sepak bola, seperti match fixing dan lainnya, La Nyalla mengaku setuju.
''Saya seribu persen mendukung perbaikan sepak bola. Bahkan, saya selalu katakan, saya di garda depan untuk memberantas match fixing dan perilaku buruk di sepak bola. Saya selalu minta badan yudisial PSSI tidak segan menghukum berat pelaku yang terbukti salah,'' ujarnya.