REPUBLIKA.CO.ID, VERSAILLES -- Kasus pemerasan yang dituduhkan kepada pemain Real Madrid Karim Benzema masih terus diusut oleh penegak hukum di Kota Versailles, Prancis. Dikutip dari Marca, Kamis (11/2), dalam waktu dekat pengadilan Kota Versailles akan melakukan sidang perdana.
Benzema memang masih dibebaskan untuk bisa fokus kepada karirnya di Spanyol. Namun, ia masih di bawah kontrol pengadilan Versailles. Mantan pemain Olympique Lyon itu harus bersedia dipanggil sewaktu diperlukan untuk memberikan keterangan.
Belum jelasnya kepastian hukum ini, sementara Benzema masih akan menjalani sanksi dari tim nasional Prancis. Pemain keturunan Aljazair itu belum diperkenankan bergabung bersama pasukan Didier Deschamps yang akan fokus pada persiapan Piala Eropa 2016.
Les Bleus tidak mau mengambil resiko untuk memainkan Benzema dan Mathieu Valbuena dalam satu tim. Kecuali ketika pengadilan sudah memberikan kepastian apakah Benzema bersalah atau tidak dalam kasus pemerasan terhadap Valbuena itu.
Kasus pemerasan Valbuena diproses oleh kepolisian Versailles sejak November 2015 lalu. Benzema dituduh memeras pemain Lyon itu dengan ancaman akan menyebarkan video seks milik Valbuena.