Sabtu 27 Feb 2016 21:10 WIB

Ini Cedera yang Paling Ditakuti Seorang Atlet

Cedera kerap menghantui seorang atlet.
Foto: pixabay
Cedera kerap menghantui seorang atlet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Cedera lutut atau lebih dikenal dengan istilah Anterior Cruciate Ligament (ACL) hingga saat ini masih menjadi momok menakutkan bagi atlet karena jika penanganannya tidak benar maka akan mengancam karir atlet tersebut.

"Penanganan harus dilakukan tepat oleh dokter yang tepat maka akan mengurangi resiko cedera yang lebih serius," kata salah satu dokter Klinik Royal Sports Medicine Centre, IGM Febry Siswanto dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (27/2).

Selama ini banyak atlet Indonesia yang mengalami cedera ACL dan didominasi oleh pemain sepak bola. Pemain yang saat ini masih menjalani penyembuhan karena mengalami cedera ACL diantaranya adalah Zulham Zamrun. Pemain terbaik Piala Presiden mengalami cedera saat mengikuti turnamen di Sulawesi Selatan.

Akibat cedera tersebut, pemain yang terakhir kali berkarir di Persib Bandung ini harus naik ke meja operasi. Bahkan, untuk mengembalikan kemampuannya, mantan pemain Mitra Kukar ini harus istirahat selama kurang lebih satu tahun.

Guna mengetahui lebih dalam terkait cedera ACL dan penangannya, Tim Royal Sports Medicine Centre melakukan kegiatan Arthroscopy Live Surgery. Kegiatan ini sebagai pelatihan operasi tentang cedera ACL, berupa rekonstruksi dengan menggunakan berbagai system yang ada dan akan ditayangkan secara langsung.

"Kegiatan ini digelar untuk memberikan dan mentransfer pengetahuan tentang penanganan cedera khususnya ACL.?Penanganan yang tepat akan memberikan solusi medis yang berkelanjutan untuk mendukung dan meningkatkan performa para atlet dan pelaku olahraga untuk kembali ke aktivitas berolahraga," katanya menambahkan.

Klinik Royal Sports Medicine Centre, kata dia, selama satu tahun terakhir bahkan telah melakukan pembenahan kepada 10 pasien yang mengalami cedera di lutut, panggul, pergelangan tangan dan kaki. Pasien tersebut langsung dibedah dengan sayatan kecil pada sendi untuk memasukkan kamera dan alat operasi.

Febry menjelaskan, sayatan kecil untuk mendukung proses tersebut sekitar 2-10 mm. Dengan demikian rasa sakit akibat pembenahan jauh berkurang dengan resiko infeksi lebih kecil. Kondisi tersebut juga akan mempercepat pemulihan usai operasi.

"Arthroscopy ini tak menimbulkan rasa sakit, dan pemulihannya bisa lebih cepat. Banyak pemain-pemain basket, sepak bola yang juga pernah mengambil cara itu," kata Febry menegaskan.

Selama ini Klinik Royal Sports Medicine Centre Sunter telah menangani beberapa cedera olah raga. Selain itu, klinik tersebut juga menjalani kerja sama dengan beberapa klub diantaranya Persipura, Barito Putera, PB Jaya Raya, PB Djarum, Satria Muda, Pelita Jaya hingga Hangtuah Sumsel.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement