REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Keriuhan terdengar di kamar ganti AC Milan. Bukan hanya soal rumor pemecatan pelatih Sinisa Mihajlovic, tapi juga seputar hasil negatif klub tersebut.
Dalam dua laga terakhir di ajang Seri A, Milan cuma meraih satu poin. Teranyar kala bertemu Chievo Verona, peraih tujuh gelar Liga Champions tak mampu berbuat banyak. Skor 0-0 tercipta di stadion Mar'c Antonio Bentegodi, Ahad (13/3) malam WIB.
Hasil tersebut membuat bek Ignazio Abate marah besar. Ia meminta kubunya menyadari mereka sedang bermain untuk sebuah klub besar. "Kami harus menghormati jersey ini dan berjuang untuk tim," kata pesepak bola berusia 29 tahun dikutip dari Football Italia, tengah pekan ini.
Abate menilai ia dan rekan-rekannya terlalu banyak membuang kesempatan emas. Padahal laga melawan tim seperti Chievo, menurutnya patut dimanfaatkan. Yakni meraup poin penuh seharusnya.
"Kami kehilangan poin melawan tim yang berada dalam jangkauan kami. Jika anda tidak memiliki tekad dan ambisi, anda tidak akan kemana-mana," ujarnya.
Hasil di kota Verona membuat I Rossoneri belum beranjak dari posisi keenam. Pasukan merah hitam mengantongi 48 poin dari 29 laga. Kini Andrea Bertolacci dan kawan-kawan tertinggal 11 angka di belakang AS Roma penghuni peringkat ketiga.
Tak pelak asa Il Diavollo menembus zona Liga Champions kian menjauh. Kemenangan di semua laga terakhir menjadi harga mati jika masih ingin menjaga mimpi bertarung di benua biru. Seirama dengan teriakan Abate untuk mengembalikan jati diri Rossoneri.
"Kami tidak bisa puas dengan posisi keenam, masih ada sembilan pertandingan terakhir dan final Coppa Italia menghadapi Juventus," tutur Abate memberikan motivasi.
Pada giornata ke-30 nanti, Milan bertemu Lazio. Laga kedua tim berlangsung di stadion San Siro, Senin (21/3) dini hari WIB. Secara statistik, terjadi perimbangan kekuatan antara kedua tim dalam enam laga terakhir. Baik Rossoneri maupun Biancoceleste sama-sama meraih dua kemenangan, dua kekalahan, dan dua imbang.
Namun, sedikit masalah mendera penjaga gawang Gianluigi Donnarumma. Ia sempat dibawa ke rumah sakit Borgo Trento di Verona, akibat bertabrakan dengan Luca Antonelli. Beruntung remaja 16 tahun itu tak mengalami cedera dan langsung dipulangkan.
Sementara tim tamu tengah percaya diri. Modal kemenangan 2-0 kontra Atalanta jadi penyebab. Pelatih Stefano Pioli menilai anak asuhnya menunjukkan kerja keras dan kinerja maksimal.
Tiga poin di Olimpico membuat pasukan Elang Biru bertengger di kursi kedelapan tabel klasifika. Miroslav Klose cs tertinggal 13 angka di belakang Inter Milan di peringkat kelima sebagai klub terakhir penghuni zona Liga Europa.
Pioli menyadari mulai sulit menembus benua biru. Namun, timnya bakal berusaha keras hingga penghujung musim. "Kami harus terus menang dan mencoba mendapatkan posisi terbaik," tutur allenatore kelahiran Parma ini.
Prediksi Susunan Pemain
AC Milan (4-4-2)
Pelatih: Sinisa Mihajlovic
Kiper: Donnarumma
Bek kiri, kanan: Antonelli, Abate
Bek tengah kiri, kanan: Romagnoli, Alex
Winger kiri, kanan: Bonaventura, Honda
Gelandang tengah kiri, kanan: Bertolacci, Poli
Penyerang kiri, kanan: Bacca, Menez
Lazio (4-2-3-1)
Pelatih; Stefano Pioli
Kiper: Marchetti
Bek kiri, kanan: Braafheid, Patric
Bek tengah kiri, kanan: Hoedt,Mauricio
Gelandang bertahan kiri, kanan: Cataldi, Onazi
Gelandang menyerang kiri, tengah, kanan: Kishna, Mauri, Anderson, Klose
Lima Pertemuan Terakhir
02/11/15 Lazio 1-3 AC Milan
28/01/15 AC Milan 0-1 Lazio
25/01/15 Lazio 3-1 AC Milan
31/08/14 AC Milan 3-1 Lazio
24/03/14 Lazio 1-1 AC Milan
Fakta Angka
12 Sebelum ditundukkan Sassuolo dan imbang kontra Chievo, Milan tidak pernah kalah dalam 12 laga di semua ajang
13 Penyerang Milan Carlos Bacca berada di peringkat ketiga daftar top skor Seri A sementara dengan 13 gol
5 Lazio selalu imbang dalam lima laga tandang terakhir di ajang Seri A
[removed][removed]