Selasa 26 Apr 2016 01:01 WIB

MU di Final Piala FA, Pertama Setelah Sembilan Tahun

Rep: c31/ Red: Fernan Rahadi
Anthony Martial (tengah) merayakan gol ke gawang Everton bersama rekan-rekannya.
Foto: REUTERS/Jason Cairnduff
Anthony Martial (tengah) merayakan gol ke gawang Everton bersama rekan-rekannya.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Manchester United sukses melangkah ke final Piala FA pertamanya dalam sembilan tahun. Itu setelah the Red Devils sukses mengalahkan Everton pada babak semifinal yang digelar di Stadion Wembley, Sabtu (23/4) malam WIB.

Anthony Martial menjadi kemenangan United pada laga tersebut. Gol penyerang asal Prancis itu pada menit terakhir memastikan kemenangan skuat Louis van Gaal dengan skor 2-1.

Partai puncak yang akan digelar 21 Mei mendatang akan menjadi final pertama United setelah sembilan tahun. Terakhir kali mereka melangkah ke final terjadi sembilan tahun lalu pada musim 2006/2007 saat mereka ditaklukkan 0-1 oleh Chelsea di Wembley.

United meraih gelar Piala FA terakhir kalinya pada musim 2003/2004. Saat itu, skuat Sir Alex Ferguson mengandaskan Milwall dengan skor tiga gol tanpa balas di Stadion Millenium.

Van Gaal tampak senang dengan kesuksesan timnya melangkah ke final Piala FA. Ia berterima kasih atas dukungan para suporter United. Menurut pelatih asal Belanda itu timnya pantas melangkah ke final.

“Manchester United merupakan tim yang lebih baik di babak pertama dan memiliki begitu banyak peluang. Kami juga merupakan tim yang beruntung sebab bisa mencetak gol pada menit terakhir,” ujar Van Gaal, dikutip dari situs resmi klub, Ahad (24/4).

Pada babak pertama, Marouane Fellaini membawa United unggul terlebih dulu pada menit ke-34 setelah tendangannya menyambut umpan silang Martial menjebol gawang Everton yang dikawal Joel Robles. Akan tetapi di babak kedua Everton mampu menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri Chris Smalling.

Martial akhirnya memastikan kemenangan the Red Devils saat laga di waktu normal tampaknya bakal berakhir imbang 1-1. Lewat kerja sama umpan satu-dua dengan Ander Herrera, ia menusuk ke kotak penalti untuk menaklukkan Robles. 2-1.

Gelandang United, Michael Carrick, mengaku senang usai turut membawa timnya melangkah ke partai puncak Piala FA. " “Saya tidak ingat kapan terakhir kali memiliki perasaan fantastis (usai menjalani pertandingan),” ujar Carrick, dikutip dari situs resmi klub, Ahad (24/4).

Akan tetapi, eks gelandang Tottenham Hotspur itu bertekad Carrick tidak larut dalam kemenangan terlalu lama. Apalagi pada partai final terakhirnya sembilan tahun lalu United kalah 0-1 dari Chelsea lewat gol Didier Drogba pada babak waktu tambahan. "United masih punya pertandingan besar di final dan kami akan fokus pada laga tersebut,” katanya.

Pemain asal Inggris ini juga menyanjung rekan satu timnya, Anthony Martial yang mencetak gol pada menit terakhir. "Kami layak mendapatkan gol tersebut dan saya yakin kemampuan Martial akan meningkat di masa depan,” kata gelandang berusia 34 tahun itu menambahkan.

Tidak hanya Martial yang memperoleh puja-puji pada laga tersebut. Penjaga gawang United, David De Gea, juga kebanjiran pujian usai menahan tendangan penalti Romelu Lukaku pada babak kedua.

“De Gea menyelamatkan tendangan penalti dengan sangat baik. Hal itu menunjukkan De Gea memiliki lengan yang kuat. Ia merupakan alasan utama United meraih kemenangan,” kata kapten United, Wayne Rooney, selepas pertandingan.

Sementara itu, manajer Everton Roberto Martinez enggan menyalahkan Lukaku meskipun penyerang asal Belgia itu gagal menyarangkan penalti krusial. “Saya pikir penampilan Lukaku di babak kedua merupakan penampilan yang matang. Ia menguasai bola dan kami bermain di sekelilingnya,” ujar Martinez, dikutip dari BBC.

Menurut Martinez, performa seorang striker tidak bisa cuma dinilai dari sebuah insiden, namun juga peluang demi peluang yang diciptakan. Kekalahan atas United membuat Everton akan kembali memfokuskan diri pada sisa laga di Liga Primer meskipun mereka saat ini sudah di luar konstelasi perebutan tiket ke Eropa musim depan.

“Saya merasa setiap musim kami selalu menyenangkan para fan dengan membawa pulang gelar juara. Tetapi ini merupakan hari yang sulit,” ujar pelatih asal Spanyol itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement