REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- West ham United seharusnya sudah lolos ke Liga Champions musim depan dengan menempati posisi kedua klasemen. Tapi ini bisa terjadi andai wasit-wasit yang memimpin seluruh laga the Hammers musim ini tak membuat kesalahan.
Mantan penjaga garis Piala Dunia dari you-are-the-ref.com menemukan Hammers gagal menempati posisi kedua karena kesalahan wasit.
Studi ini menemukan bahwa dari 333 pertandingan papan atas musim ini telah ada 84 penilaian yang salah yang memengaruhi hasil pertandingan.
Wasit yang paling banyak salah yaitu Jon Moss, yang secara kontroversial memberikan hukuman tendangan penalti saat injury time laga West Ham kontra Leicester City pada 17 April. Ia membuat 13 kesalahan utama dalam pertandingan musim ini, termasuk menggagalkan West Ham mengamankan tiga poin karena laga melawan Leicester imbang 2-2.
Alih-alih mengejar Leicester di puncak klasemen, West Ham saat ini berada di posisi keenam menjelang laga kontra West Bromwich Albion akhir pekan ini.
(Baca juga: Jika Leicester Juara Liga Inggris, Ranieri Diguyur Bonus Rp 96 Miliar)
Menanggapi laporan ini, pelatih West Ham Saven Bilic meminta diterapkan teknologi yang membantu meminimalisasi kesalahan wasit.
"Bagi saya tidak ada pilihan lain selain teknologi - tetapi sampai beberapa batas tertentu. Tak lantas
seperti hoki, di mana Anda menunggu di sana selama dua atau tiga menit. Tetapi sesuatu seperti teknologi yang bahkan Anda tidak menyadari, tidak ada jeda atau berhenti yang mengganggu alur permainan dan mereka terhubung dengan jam tangan atau sinyal atau apa pun," kata dia, dikutip Daily Mail, Jumat (29/4).
Ia menegaskan teknologi ini penting selama tidak mengganggu alur permainan.
"Karena jika permainan kehilangan alurnya, maka saya lebih suka mendapatkan kesalahan itu," ujar Bilic.
Baca berita-berita seputar Liga Inggris di >>sini<<