REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Status tersangka yang disandang Ketua PSSI, La Nyalla Mattalitti menjadi catatan buruk dalam kepemimpinan organsasi persepakbolaan nasional.
Karena itu, pengamat sepak bola, Budiarto Shambazy meminta kepada klub-klub, yang jumlahnya sekitar 108 klub di bawah PSSI harus satu suara desak La Nyalla mengundurkan diri. Desakan ini, kata dia, demi menyelamatkan nama persepakbolaan tanah air.
"Hanya klub-klub yang berada di bawah PSSI yang bisa mendesak pergantian ini," kata dia kepada Republika.co.id, Selasa (3/5).
Namun ia sadari klub memiliki permasalahan masing-masing untuk menyamakan frekuensi suara ini. Hambatan tentu ada, ketika akan diselenggarakan KLB (kongres luar biasa) pun banyak klub yang tidak satu suara.
Beberapa puluh klub yang sempat bertemu dengan presiden, setuju dengan KLB. Walaupun wacana KLB ini juga akhirnya tidak jelas. Tapi pemerintah tidak bisa menyelesaikan masalah PSSI ini, tidak ada yang bisa selain kesadaran kepemimpinan PSSI dan klub-klub yang berada di bawahnya.
Sebelumnya Ketua PSSI La Nyalla Mattalitti dikabarkan dipulangkan ke tanah air dan ditangani langsung oleh kejaksaan, pada Selasa siang. Namun kabar tersebut dibantah oleh peguasa hukumnya.
Status tersangka La Nyalla Mattalitti diberikan karena dugaan korupsi hibah Kadin Jatim Rp 5,3 miliar pada 2012. Ia juga dituduh melakukan pencucian uang hibah di institusi sama Rp 1,3 miliar pada 2011 oleh Kejati setempat.
Dengan status tersangka dan pelarian La Nyalla tersebut, membuat permasalahan persepakbolaan tanah air jauh dari penyelesaian.