REPUBLIKA.CO.ID, MILAN – Presiden Inter Milan Erick Thohir berencana melepas mayoritas saham miliknya kepada kelompok usaha kakap asal Cina, yaitu Suning Holdings Group. Menurut Erick, langkah ini dimaksudkan demi kebaikan Inter.
“Kami memutuskan menjual saham Inter untuk membuat klub semakin kuat,” ujarnya seperti dilansir Football Italia, Kamis (2/6). Pengusaha asal Indonesia ini menjelaskan, Suning merupakan kandidat terkuat untuk membeli 60 persen hingga 70 persen sahamnya.
Selain ingin memperkuat klub dari aspek sepak bola, Erick menyebut langkah ini juga ditujukan untuk membuat La Beneamata semakin //go internasional//. Erick menyadari kondisinya Inter dan juga beberapa klub di Italia sekarang makin terpuruk akibat krisis global.
Oleh karena itu, manajemen Inter mencoba mencari jalan keluar dengan cara meluaskan pasar ke Asia. Terutama di Cina yang perekonomiannya tengah meningkat. “Kita semua ingin sepak bola Italia kembali bersaing di Eropa,” kata Erick.
Lebih lanjut, pria 46 tahun ini menambahkan, rencana penjualan saham Inter pun juga sudah dikomunikasikan dengan Presiden Kehormatan Inter Massimo Moratti. Dan rencananya, mereka akan tetap bekerja sama demi membuat Inter kembali ke puncak kejayaan.
Kantor berita Reuters mengabarkan kesepakatan antara Suning dan Erick terkait pelepasan 70 persen saham yang dimilikinya akan terjadi pada Ahad (5/6) mendatang. Rumor awal yang beredar, Erick berencana akan melepas saham sebesar 20 persen saja.
Tapi ternyata, Inter berniat untuk melepas saham mayoritasnya dengan tujuan semakin memperkuat La Beneamata dari asepek finansial. “Kesepakatan dengan Suning akan terjadi pada 5 Juni,” begitu salah satu sumber dari Reuters membeberkan.
Dikutip dari Football Italia, Kamis (2/6), dikabarkan Moratti juga akan ikut melepaskan 30 sahamnya kepada investor yang berminat. Moratti disebut juga sepakat dengan ide Erick untuk mengajak kerja sama para pengusaha Cina.
Walau bukan pemilik saham mayoritas, Moratti dan Erick kemungkinan masih akan menduduki jabatan penting dalam strutur manajemen Si Biru Hitam. Sejumlah kalangan menilai, semasa kepemimpinan Erick Thohir, terdapat sejumlah hasil positif.
Semisal dari sisi peringkat di klasemen Serie A, posisi Inter di papan klasemen membaik dari posisi kedelapan ke urutan keempat pada musim ini. Pendapatan klub pun meningkat dari 164 juta euro menjadi 186 juta euro per 2015.
Nilai ini diproyeksi meningkat pada tahun depan menjadi lebih dari 200 juta euro. Sebagai presiden klub, Erick pun dinilai sukses membangun manajemen nan solid.
Kemitraan Suning dan Erick dinilai akan membuat Inter semakin mengglobal sekaligus menumbuhkan industri sepak bola Italia. Tanggapan Lippi Mantan pelatih tim nasional Italia Marcelo Lippi mendukung rencana sejumlah klub Italia untuk melepas saham kepada investor asal Cina.
Menurut Lippi, langkah ini dinilai tepat karena pengusaha-pengusaha asal negeri Tirai Bambu berkeinginan menghadirkan prestasi. “Saya paham para penggemar sepak bola Italia ragu untuk menerima saham dari Cina. Tapi tidak perlu khawatir,” katanya seperti dikutip Football Italia, Kamis (2/6).
Saat ini, terdapat dua klub yang berada diambang pelepasan saham kepada investor Cina, yakni Inter dan AC Milan. Inter sedang menjajal kesepakatan untuk melepaskan saham mayoritas, sekitar 60-70 persen.
Sedangkan Milan juga bersiap menjual saham kepada salah satu kelompok pengusaha yang juga dikenal kuat di Cina. Tanggapan Lippi bukan tanpa dasar.
Sebab, mantan arsitek Juventus itu pernah melatih klub kaya raya di Liga Cina, yakni Guangzhou Evergrande. Dua tahun membesut Guangzhou dari 2012 sampai 2014, Lippi melihat investor Cina memang punya ambisi untuk membuat sebuah klub kepada puncakl kejayaan.
“Visi para pengusaha Cina sangat bagus. saya melihat bagaimana mereka membesarkan Guangzhou,” ujar Lippi. Selain membangun kekuatan sepak bola, dari sisi komersial pun, kata Lippi, akan menguntungkan Serie A andai mereka menguatkan jaringan ke Cina. Sebab, negara dengan penduduk terpadat di dunia itu memiliki banyak penggemar sepak bola Italia.