Selasa 12 Jul 2016 23:47 WIB

Loew Putuskan Tetap Pimpin Timnas Jerman

  Pelatih Jerman Joachim Loew . EPA/ARNE DEDERT
Foto: EPA/ARNE DEDERT
Pelatih Jerman Joachim Loew . EPA/ARNE DEDERT

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Pelatih timnas Jerman Joachim Loew mengatakan ia akan bertahan untuk memimpin sang juara Piala Dunia mempertahankan gelar mereka di Rusia pada 2018. Sebelumnya ia sempat ragu akan meneruskan pekerjaannya setelah kekalahan yang mengecewakan di semifinal Piala Eropa 2016 lalu.

Loew telah melatih Jerman selama sepuluh tahun dan membawa mereka ke lima penampilan semifinal secara beruntun di Piala Dunia dan Piala Eropa. Dalam pernyataan pada Selasa (12/7) Loew mengumumkan rencana meneruskan pekerjaannya, mengakhiri sejumlah spekulasi yang menyebutkan bahwa pria 56 tahun itu akan mengundurkan diri.

"Meski kami mengalami kekecewaan, tim tidak kecewa," kata Loew, yang merupakan asisten pelatih Juergen Klinsmann selama dua tahun sebelum mengambil alih peran arsitek tim pada 2006. 

"Ini merupakan tim termuda di turnamen dan saya terus melihat potensi hebat," kata Loew.

Rata-rata usia pemain di timnya yakni 25,4 tahun, menduduki peringkat kedua dalam daftar usia rata-rata tim di turnamen itu setelah Inggris. Italia memiliki usia rata-rata paling tua yakni 29,4 tahun.

"Saya yakin bahwa mereka akan memberi banyak kegembiraan kepada kami pada masa yang akan datang dan itulah mengapa saya tetap antusias mengenai meneruskan pekerjaan dengan pemain-pemain ini dan membantu perkembangan mereka menuju Piala Dunia 2018 di Rusia."

Loew memicu spekulasi bahwa ia berpeluang mengundurkan diri tepat setelah Jerman kalah 0-2 dari Prancis di semifinal, ketika ia ditanyai mengenai masa depannya.

"Saya tidak tahu," ucapnya kepada televisi ZDF beberapa menit setelah peluit panjang berbunyi. "Itu akan memerlukan sedikit waktu (untuk membuat keputusan)." 

Komentar itu memicu gelombang dukungan untuk Loew dan jajak pendapat yang dilakukan oleh institut jajak pendapat Emnid untuk surat kabar Bild am Sonntag memperlihatkan 84 persen penduduk Jerman menginginkan pria yang mereka panggil Jogi itu meneruskan pekerjaannya.

 

sumber : Antara/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement