Jumat 12 Aug 2016 18:56 WIB

Komite Pemilihan Berjanji Independen dan Netral di Kongres PSSI

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Citra Listya Rini
Agum Gumelar
Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Agum Gumelar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Pemilihan (KP) berjanji untuk bersikap netral dan adil dalam proses pencalonan dan pemilihan ketua umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI). Ketua KP Agum Gumelar mengatakan seluruh anggotanya akan berada dalam kamar nonpartisipan dalam seluruh rangkaian proses pencalonan dan pemilihan ketua umum federasi nasional tersebut.

Agum mengatakan, bukan cuma untuk pencalonan ketua umum, dalam pembentukan Komite Eksekutif PSSI, pun keanggotaan KP akan tetap netral. "Sikap komite (pemilihan) ini independen. Itu yg utama," kata dia saat jumpa persnya di kediamannya di Jakarta, Jumat (12/8).

Bahkan, ditegaskan Agum, anggota KP wajib mengundurkan diri dari keanggotaannya di badan pemilihan tersebut, jika menghendaki untuk maju sebagai personil di Komite Eksekutif PSSI. Komite Eksekutif PSSI memang terdiri dari 15 anggota yang beberapa di antaranya diisi oleh ketua umum dan satu wakilnya. "Anggota komite ini, tidak punya hak untuk dipilih dan memilih. Jika menginginkan maju harus mundur," kata Agum.

Anggota KP PSSI, Budiman Dalimunthe pun menerangkan, keanggotaan Komite Ekskutif harus memberikan kursi keterwakilan terhadap perempuan sebanyak satu kursi. Dia mengatakan, partisipasi perempuan wajib lantaran diatur dalam Aturan FIFA yang harus diadopsi ke dalam Aturan PSSI.

Baca juga: Komite Pemilihan Sahkan Rangkaian Pencalonan Ketum PSSI

Kepengurusan PSSI, pada Kamis (11/8) sudah memutuskan untuk menggelar Kongres Biasa pada 17 Oktober mendatang. PSSI menunjuk Asosiasi Provinsi (Asprov) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai tuan rumah kongres. Dalam kongres tersebut, agenda terpenting yaitu untuk memilih Ketua Umum PSSI pengganti La Nyalla Mattalitti yang saat ini berada dalam tahanan Kejaksaan Agung lantaran terlibat dugaan korupsi.

Sampai hari ini, sejumlah nama sudah dikabarkan bakal maju sebagai calon ketua umum. Mereka di antaranya, Pangkostrad Letnan Jenderal Edy Rahmayadi yang mengkalim diri dijagokan Kelompok 85 (K-85) yang diyakini memiliki sebanyak 90 anggota lebih pemilik suara sah di federasi nasional.

Selain itu, ada juga nama mantan Panglima TNI, Jenderal Moeldoko yang dikabarkan akan ikut meramaikan bursa pencalonan. Nama lain dari kalangan sipil, mantan Menejer PSM Makassar, Erwin Aksa, pada Kamis (11/8), menyatakan siap untuk berada di bursa pencalonan. Direktur PT Gelora Trisula Semesta, Djoko Driyono juga dikabarkan akan kembali ikut dalam pencalonan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement