Laporan Langsung Reporter Republika, Agus Raharjo dari Rio de Janeiro, Brasil
REPUBLIKA.CO.ID, RIO DE JANEIRO — Atlet sepeda BMX Nasional, Tony Syarifudin akan menghadapi lawan-lawan berat saat berlaga di cabang balap sepeda BMX, Olimpiade Rio de Janeiro, Rabu (17/8) siang waktu setempat.
Sebab, lawan yang akan dihadapi Tony sebagian besar sudah terbiasa dengan trek standar Olimpiade. Negara lain peserta Olimpiade cabang balap sepeda BMX memiliki trek standar Olimpiade yang menjadi tempat latihan mereka sehari-hari.
“Mereka (lawan Tony) sudah biasa berlatih dan bertanding di trek standar Olimpiade,” kata Chef de Mission (CDM) Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari di Rio de Janeiro, Selasa (16/8) pagi waktu setempat.
Okto menambahkan, meskipun berat, cabang olahraha ini menjadi kesempatan untuk menambah pundi-pundi medali bagi Indonesia. Sebab, Indonesia hanya menyisakan dua cabang olahraga lagi setelah Ganda Campuran Bulutangkis Nasional memastikan Indonesia membawa pulang satu medali.
Namun, Ganda Campuran Nasional Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus berjuang di final melawan Malaysia untuk membawa pulang emas.
Pelatih atlet balap sepeda BMX Indonesia, Dadang Purnomo mengatakan, Tony sudah mulai menjajal trek yang akan digunakan sebagai tempat bertanding. Hal itu digunakan Tony untuk lebih mengenal trek yang akan dia lintasi dalam balap sepeda BMX hari esok.
Tony sudah mencoba melintasi trek sepanjang 400 meter itu dan mulai mengenal seluk beluk rintangan yang akan dihadapi seperti tikungan tajam maupun ‘step-up’ yang ada. “Step-up di trek Rio de Janeiro ini oaling tinggi dari trek yang pernah dicoba Tony,” ujar Dadang.
Dadang menambahkan, Tony memang lebih cepat beradaptasi dengan trek Olimpic Center di Deodoro, Rio de Janeiro. Sebab, sebelum mendarat di kota berjuluk Sungai Januari ini, Tony sudah menjajal trek replika Olimpiade Rio de Janeiro di San Diego, Amerika Serikat.
Tony akan bertanding sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Pertandingan cabang olahraga balap sepeda BMX sendiri akan digelar hingga Jumat (19/8).