REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, menggambarkan kemenangan bersama Inter Milan di Liga Champions pada 2010 sebagai kenangan terbaiknya. Pelatih asal Portugal itu mengangkat trofi Liga Champions dua kali, yakni bersama Porto dan Nerazzurri.
"Memori terbaik saya? Kemenangan dengan Inter, yang finalnya melawan Bayern Muenchen. Dengan Porto itu adalah tim pemain muda, sekelompok tim dengan beberapa tahun di depannya," ungkap Mou, dilansir dari Football Italia, Selasa (13/9).
Jika ia tidak memenangkan Liga Champions bersama Porto pada musim 2003-2004, Mourinho mengatakan ia akan tetap tinggal di Porto beberapa tahun lagi. Namun setelah kemenangan itu, ia pergi meninggalkan Porto dan kemudian bergabung Chelsea selama musim 2004-2007.
Mou lantas bergabung dengan Inter Milan pada musim 2008-2010. "Inter adalah tim tua, sekelompok orang yang ingin melakukannya untuk seluruh karir mereka. Sempat timbul frustasi setelah frustasi," ujarnya.
Mantan pelatih Chelsea ini mengatakan karir melatihnya di Inter adalah perjalanan yang gila. Karena final Liga Champions saat itu adalah kesempatan terakhir bagi Marco Materazzi, Franscesco Toldo, Javier Zanetti, Ivan Cordoba, dan Esteban Cambiasso.
Bagi Presiden Inter kala itu, Massimo Moratti, selama bertahun-tahun ia tidak pernah memenangkan Liga Champions. Begitu pula untuk para penggemarnya, karena Nerazzurri tidak pernah menjuarai kompetisi Eropa itu selama lebih dari 50 tahun.
"Itu adalah mimpi yang semua orang kejar. Mungkin bukan saya karena saya telah memenangkannya sebelumnya. Tapi untuk mereka semua, itu adalah kesempatan terakhir untuk mencapai impian mereka," ujarnya menambahkan.