REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pemberitaan sepak bola di Eropa menyoroti soal kepantasan Arsene Wenger dalam mengisi kursi pelatih Arsenal setelah timnya tersingkir secara tragis dari Liga Champions musim ini. The Gunners terhenti di babak 16 besar setelah dibungkam Bayern Muenchen dengan agregat 2-10.
Banyak gelombang suara negatif yang meminta agar pelatih asal Prancis itu segera didepak atau minimal dibiarkan pergi bulan Juni mendatang seiring habisnya kontrak. Atas semua tekanan yang tengah dihadapi kakek 67 tahun itu, pelatih Muenchen, Carlo Ancelotti ikut bersimpati.
"Saya bersimpati kepada Wenger sebagai sesama pelatih dan pria. Saya punya hubungan baik dengannya dan tentu ada rasa hormat yang besar kepadanya karena tak semua manajer bisa melakukan apa yang dia perbuat di Arsenal," kata Ancelotti, dikutip dari laman resmi UEFA, Rabu (8/3).
Meski demikian pelatih asal Italia ini mengatakan, memang beginilah kehidupan seorang pelatih. Kritik dan sorotan akan selalu mengarah tajam jika tim yang dibesut sedang mengalami periode buruk. Ancelotti pun yakin, Wenger sudah terbiasa dengan situasi rumit seperti ini.
"Wenger manajer yang sangat kaya akan pengalaman. Saya yakin dia akan bereaksi dengan baik untuk mengatasi situasi ini," kata Ancelotti.