REPUBLIKA.CO.ID, KATALAN – Angel Di Maria bisa jadi ialah pemain yang paling merasakan malu atas kekalahan timnya, Paris Saint-Germain (PSG) di markas Barcelona, Camp Nou, Kamis (9/3) dini hari WIB. Hal itu tak lepas dari aksi tak respeknya kepada para pendukung tuan rumah ketika rekannya, striker PSG Edinson Cavani membuat gol pada menit ke-62.
Ketika itu, satu gol dari Cavani memang cukup untuk membungkam para pendukung Blaugrana. Hal ini karena gol pemain asal Uruguay itu membuat kedudukan menjadi 3-1 untuk keunggulan sementara Barca. Mengacu pada hasil leg pertama yang dimenangkan PSG 4-0, maka sementara agregat menjadi 5-3 untuk PSG.
Ketika melakukan selebrasi di pojok lapangan, seluruh skuat PSG berlari menghampiri Cavani. Tak terkecuali Di Marid yang ikut larut seolah yakin timnya akan lolos ke babak selanjutnya. Ketika yang lain fokus berteriak dan memeluk Cavani, Di Maria malah sempat melakukan hal nyeleneh.
Dia tertangkap kamera memasang telunjuk tangan kanannya di depan mulut sembari mengarahkannya ke tribun penonton. Gestur yang ditunjukkan pemain asal Argentina ini seakan menyuruh para pendukung Barca yang memadati stadion untuk diam karena PSG lah yang menurutnya akan lolos.
Akan tetapi takdir berkata lain. Daya magis Camp Nou yang punya kapasitas 99,354 bangku itu terlalu besar bagi tim belum terlalu berpengalaman di Liga Champions seperti PSG. Usai gol Cavani, Barca malah bisa memborong tiga gol untuk keluar sebagai pemenang dengan skor 6-1.
Skor kemenangan itu cukup untuk membuat Di Maria tertegun karena menyadari timnya kalah agregat 5-6 dan harus merelakan tiket babak delapan besar kepada Barca. Usai laga, aksi telunjuk Di Maria yang terekam ini menjadi viral. Mulai dari media sosial Twitter, Instagram hingga portal berita terkemuka di dunia seperti the Sun dan Metro habis merundung alias mem-bully-nya.
Lihat video Di Maria ejek fan Barcelona di Camp Nou. (Sumber: Youtube)