REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Gelombang protes agar Arsene Wenger tak lagi duduk di kursi pelatih Arsenal dikabarkan akan kembali terjadi akhir pekan ini. Menurut berbagai media di Inggris, gelombang protes itu akan dilakukan di sekitar Stadion Emirates sebelum kick-off laga Arsenal kontra Lincoln City pada ajang Piala FA, Sabtu (14/3) malam WIB.
Seperti diberitakan oleh the Independent, Jumat (10/3), jumlah fan Arsenal yang akan ikut protes kali ini lebih banyak dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Ketika itu, demo yang digelar sebelum kick-off Arsenal kontra Bayern Muenchen, Rabu (7/3), diikuti oleh 200-an Gooner.
Menanggapi rencana demo ini, Wenger menyebut ia tak bisa berkomentar apa-apa. Itu karena protes mengalir dari pihak yang sangat dia cintai, yakni fan.
"Sulit bagi saya menilai protes yang diberikan. Alasan saya bisa ada di sini lebih dari 20 tahun karena ingin membahagiakan mereka," kata Wenger.
Pelatih asal Prancis ini menyadari, banyak fan ingin agar ia pergi dari Meriam London atau setidaknya tidak memperpanjang kontrak yang akan berakhir Juni mendatang. Namun dia menegaskan, ada alasan mengapa manajemen klub mempertahankannya.
"Saya sudah loyal kepada Arsenal jadi mereka ingin saya di sini," kata dia.
Ketika ditanya apakah suara para Gooner yang menolak kehadirannya ini dipertimbangkan oleh Wenger dalam memutuskan masa depannya di Arsenal, pelatih 67 tahun ini yakin menjawab.
"Ya tentu saja, saya sangat menghormati pendapat mereka," kata pelatih yang sudah sejak 1996 membesut Arsenal.