Sabtu 25 Mar 2017 09:43 WIB

Ambisi Lukaku dan Pengaruh Raiola Rugikan Everton

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Andri Saubani
Striker Everton, Romelu Lukaku.
Foto: REUTERS/Jason Cairnduff
Striker Everton, Romelu Lukaku.

REPUBLIKA.CO.ID, MERSEYSIDE—Romelu Lukaku menjelma menjadi striker mematikan musim ini. Sempat dibuang oleh Chelsea dua musim lalu, Lukaku bersama Everton jadi ujung tombak paling tajam di tanah Inggris.

Khususnya di ajang Liga Primer Inggris, bermain dalam 28 laga, Lukaku membuat 21 gol. Jumlah ini lebih banyak dua gol dibanding bomber tajam Harry Kane yang jadi top skorer musim 2014/2015 dan 2015/2016.

Akan tetapi, saat ini Lukaku sedang jadi sorotan karena tidak mau menandatangani perpanjangan kontrak dari Everton. Banyak fan the Toffees lalu marah dan menyebut Lukaku tak tahu berterima kasih kepada Everton.

Lukaku pun melakukan pembelaan. Pemain asal Belgia ini mencoba memberi pengertian bahwa saat ini dia hanya mencoba mengejar ambisi. "Keputusan sudah dibuat sehingga saya sebenarnya tak mau lagi membicarakannya. Tapi saya tegaskan, tak ada yang salah dengan ambisi, saya harus menjaga ini jika ingin jadi pesepak bola sukses," kata Lukaku dikutip dari ESPN, Sabtu (25/3).

Pemain 23 tahun ini mengatakan, trofi atau minimal bermain di Liga Champions jadi target yang dikejarnya. Dia yakin, hanya trofilah yang menjadi standar kesuksesan seorang pesepak bola.

Menurutnya, jika ingin menjadi yang terbaik, maka ambisi besar harus terus terjaga. "Saya punya perjalanan panjang sebelum bisa ke titik ini. Saya hanya ingin terus berimprovisasi dan jadi lebih baik," ujarnya.

Kontrak Lukaku bersama Everton akan habis dua tahun lagi. Jika tak memperpanjang kontrak, maka Lukaku akan pindah ke klub lain dengan gratis pada usia 25 tahun. Dikabarkan, tindakan Lukaku menolak perpanjangan kontrak karena pengaruh dari agennya yang dikenal sebagai 'super agen' di dunia sepak bola. Agen tersebut ialah Mino Raiola.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement