Selasa 04 Apr 2017 21:54 WIB

Lukaku Dinilai Belum Mencapai Level Striker Top

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Andri Saubani
Striker Everton, Romelu Lukaku dalam sebuah laga Liga Primer, belum lama ini. Lukaku tengah diincar oleh Paris Saint-Germain.
Foto: REUTERS/Carl Recine
Striker Everton, Romelu Lukaku dalam sebuah laga Liga Primer, belum lama ini. Lukaku tengah diincar oleh Paris Saint-Germain.

REPUBLIKA.CO.ID, MERSEYSIDE—Kualitas Romelu Lukaku langsung jadi bahan perdebatan ketika striker Everton itu tampil melempem saat timnya dibekuk 1-3 oleh Liverpool akhir pekan lalu. Banyak pihak menilai, Lukaku belum pantas disebut striker jempolan meski saat ini dia adalah top skor sementara Liga Primer Inggris dengan 21 gol.

Kritikan tajam juga datang dari Stuart Pearce. Eks pelatih Manchester City dan timnas Inggris U-21 ini mengatakan, Lukaku belum bisa disebut sebagai striker penuntas peluang.

Menurutnya, ketenangan dan mental Lukaku masih di bawah striker-striker hebat. "Saya pikir Lukaku bukan seorang penuntas serangan. Saya melihatnya pada laga lawan Liverpool, sekarang saya paham kenapa Jose Mourinho membuangnya saat di Chelsea," kata Pearce dikutip dari Sky Sports, Selasa (4/4).

Sosok 54 tahun ini mengatakan, di satu sisi Lukaku memang tampak hebat. Tapi di sisi lainnya, Lukaku masih membutuhkan banyak latihan untuk mengatrol kualitas permainnya. "Di depan gawang, Lukaku masih membutuhkan ruang, sulit baginya menjebol gawang," ujarnya.

Pearce menambahkan, banderol harga Lukaku yang konon mencapai 50 juta pound (Rp 829 miliar) pun dia rasa tak  layak untuk striker 23 tahun itu. "Tapi dia masih muda, jika Lukaku merasa punya kemampuan, saya pikir masih banyak hal yang harus dibenahi," ujar Pearce.

Lukaku menjelma jadi striker subur gol dalam tiga musim terakhir di Everton. Sayang, perkembangannya ini tak diikuti oleh ikrar setianya untuk the Toffees. Pekan lalu, striker asal Belgia ini menolak untuk memperpanjang kontrak di Everton.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement