Rabu 12 Apr 2017 06:25 WIB

Polisi Belum Temukan Motif Peledakan Bus Tim Borussia Dortmund

Kondisi bus Borussia Dortmund yang diserang bom menjelang laga leg pertama perempat final Liga Champions, Selasa (11/4).
Foto: EPA/SASCHA STEINBACH
Kondisi bus Borussia Dortmund yang diserang bom menjelang laga leg pertama perempat final Liga Champions, Selasa (11/4).

REPUBLIKA.CO.ID, DORTMUND -- Bus tim Borussia Dortmund diserang oleh bom pada Selasa (11/4) menjelang pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions kontra AS Monaco, Rabu (12/4) dini hari WIB. Bus yang ditumpangi tim Dortmund diledakkan di jalan utama Distrik Hoechsten, sekitar 10 km dari Signal Iduna Park.

Polisi Dortmund mengungkapkan bom diletakkan di sisi jalan yang akan dilewati bus. "Pada saat ini belum jelas apa latar belakang tindakan ini," kata kepala polisi Dortmund Gregor Lane dalam konferensi pers seperti dikutip Reuters.

Pihak kepolisian Dortmund menyatakan penyerangan menggunakan 'bahan peledak yang serius'. Jendela bagian belakang bus pecah, tapi secara keseluruhan kerusakan yang ditimbulkan minim.

Polisi menambahkan, saat ini tidak ada bukti atau ancaman terhadap para penonton di stadion. Ini setelah mereka mengevakuasi seluruh penonton dan menyisir markas Dortmund itu.

Pihak Dortmund mengatakan bek sekaligus pemain internasional Spanyol Marc Bartra telah dibawa ke rumah sakit. Bartra akan menjalani operasi di tangannya akibat terkena serpihan kaca.

"Seluruh dukungan kami tertuju kepada @MarcBartra, @BVB dan penggemar mereka," cicit akun Twitter resmi Barcelona atas mantan pemain mereka.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement