REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) membolehkan siapa pun maju mendaftar sebagai calon Sekretaris Jenderal (Sekjen). Bahkan, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi mengatakan, warga negara asing sekalipun dapat mencalonkan diri.
Edy mengatakan, PSSI sudah membuka pendaftaran calon sekjen sejak Selasa (9/5). Masa pendaftaran akan dibuka selama sepekan, sampai 20 Mei. Dua hari setelah masa pendaftaran, Rabu (10/5), sudah ada sejumlah calon yang muncul.
"Sudah ada empat nama. Mereka ini, ada yang terkenal dan ada yang setengah terkenal," kata dia, saat ditemui wartawan usai membuka gelaran laga persahabatan sepak bola, antarforum wartawan Jakarta pada Rabu (10/5).
Tapi, jenderal bintang tiga itu mengaku tak hafal nama-nama bakal kandidat pembantunya di PSSI.
Dia menegaskan,ada kriteria khusus darinya tentang sekjen pilihannya. Paling utama, kata dia, calon sekjen harus mampu berkomunikasi dengan baik. Komunikasi yang bagus itu, menurut dia, bukan cuma antarsesama pengurus. Melainkan juga terhadap anggota federasi nasional di Tanah Air.
Komunikasi yang baik, juga kata dia, harus terhadap masyarakat agar mendapatkan penjelasan yang utuh dan baik tentang PSSI dan sepak bola nasional. "Khususnya sama kalian (wartawan)," ujar Edy.
Selama ini, kata dia, pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat yang menyasar ke PSSI terkait sepak bola nasional, ditujukan langsung kepada ketua umum. Hal tersebut yang membuatnya membutuhkan sekjen sebagai sumber jawaban utama.
Kriteria kedua, kata Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) tersebut, yakni harus bisa melaksanakan rencana program dan evaluasi. Terakhir, menurut dia, seorang Sekjen PSSI diharuskan memiliki kemampuan bahas asing. "Minimal dia bisa dua bahasa asing," sambung Edy.
Kebutuhan berbahasa asing tersebut, menjadi mutlak mengingat pekerjaan Sekjen PSSI, juga mengharuskan jam kerja internasional untuk berkomunikasi dengan FIFA dan AFC.
Sejak awal April lalu, Wakil Ketua Umum PSSI Djoko Driyono ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) sekjen menggantikan Ade Wllington. Sejak pemberhentian Ade, Komite Eksekutif (Exco) PSSI mengabarkan sudah menerima tiga nama yang disorongkan sebagai calon sekjen.
Tiga nama tersebut, yakni mantan Ketua Badan Liga Amatir PSSI, Syauqani Suratno, Direktur Regulasi dan Hukum PT Liga Indonesia Baru (LIB) Tigor Shalomboboy, serta Direktur Marketing LIB, Ratu Tisha. Belakangan, satu nama kembali muncul, yakni Direktur Media dan Hubungan Internasional PSSI, Hanif Thamrin.