REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Liverpool kemungkinan tidak akan menghadapi proses disipliner dari Liga Primer Inggris setelah dituduh oleh Southampton membuat pendekatan ilegal untuk menggaet bek Virgil van Dijk. Liverpool mengakhiri ketertarikan mereka pada bek tengah Belanda tersebut dan secara terbuka meminta maaf kepada Southampton awal bulan ini.
Southampton telah mengajukan keberatan kepada operator Liga Primer Inggris mengenai usaha the Reds mendekati bek mereka. Baik Times maupun Daily Telegraph melaporkan pada Selasa (27/6) bahwa liga telah melakukan penyelidikan awal terhadap perselisihan tersebut dan menyimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti untuk meluncurkan proses persidangan formal.
Liga Primer menolak untuk mengomentari masalah ini, namun seorang sumber mengatakan kepada Reuters bahwa situasinya tidak mungkin berubah mengingat tidak ada informasi baru yang terungkap.
Aturan ketat mengatur transfer, dengan klub dapat menegosiasikan persyaratan dengan pemain hanya jika mereka berada di luar kontrak atau biaya telah disetujui oleh klub. Undang-undang tersebut juga mengatur pendekatan tidak langsung melalui perantara.
Southampton secara konsisten mengatakan bahwa mereka tidak berniat menjual Van Dijk, yang bergabung dari Celtic seharga 13 juta pound pada September 2015. Ia menandatangani kontrak enam tahun pada 2016.
Keluhan klub pantai selatan tersebut merespons setelah media Inggris melaporkan Van Dijk telah mengatakan kepada tim manajer Liverpool, Juergen Klopp bahwa dia ingin bergabung ke Anfield.
Liverpool secara teratur mendatangkan para penggawa Southampton di antaranya Adam Lallana, Dejan Lovren, Sadio Mane dan Nathaniel Clyne.