REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Penyerang sayap Real Madrid, Gareth Bale, dilaporkan akan dijual Real Madrid ke Manchester United (MU). Namun, dengan tegas sang agen mengatakan itu hanya sebuah kabar burung yang tak bertindak jawab.
Berita kepindahan Bale ke MU kembali berembus setelah Los Merengues dikabarkan ingin mendatangkan pemain muda AS Monaco, Kylian Mbappe, yang bisa memecahkan rekor transfer dunia.
Agen Bale, Jonathan Barnett dengan tegas mengatakan tidak ada kebenaran mengenai pemberitaan tersebut. "Itu sangat konyol, sebuah berita yang bodoh dan tidak bertanggung jawab," kata dia, dilansir BBC, Sabtu (29/7).
Isu Bale bakal masuk daftar pemain yang dijual Madrid muncul setelah pernyataan pelatih Madrid Zinedine Zidane. "Saya berharap trio BBC (Bale, Benzema, Cristiano) bisa terus bertahan di Madrid, namun itu bukan keputusan saya. Saya memang pelatih mereka, namun terkait transfer, ada pihak yang lebih kompeten untuk membicarakannya," ucap entrenador asal Prancis berdarah Aljazair itu.
Ini bukan pertama kali Bale diisukan akan merapat ke Stadion Old Trafford. Sepuluh tahun yang lalu, tepatnya, 2007, Iblis Merah juga diberitakan ingin memboyong pemain sayap asal Wales itu dari Southampton.
Namun, transfer tersebut tidak terwujud karena Bale memutuskan untuk menerima lamaran Tottenham Hotspur. Kemudian pada 2013, MU kembali gagal mendapatkannya setelah Bale memilih untuk memperkuat Madrid yang menjadikannya sebagai pemain termahal dunia.
Ketika itu, Los Blancos menebusnya dengan dana sebesar 86 juta pounds pada 2013. Pada Oktober 2013, Bale memutuskan untuk memperpanjang kontrak hingga 2022. Meski begitu, rumor Bale ke Stadion Old Trafford tidak berhenti sampai sekarang.