Selasa 19 Sep 2017 15:26 WIB

Mkhitaryan: MU akan Merindukan Pogba

Gelandang Manchester United (MU), Paul Pogba terduduk karena cedera pada laga Liga Champions lawan FC Basel di Old Trafford pekan lalu. Pogba diperkirakan akan cedera panjang.
Foto: EPA/Anthony Anex
Gelandang Manchester United (MU), Paul Pogba terduduk karena cedera pada laga Liga Champions lawan FC Basel di Old Trafford pekan lalu. Pogba diperkirakan akan cedera panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Manchester United (MU) mungkin mengalami kesulitan untuk memelihara start eksplosif mereka di Liga Inggris musim ini jika gelandang Paul Pogba yang cedera harus absen panjang. Gelandang MU, Henrikh Mkhitaryan pun mengakui, timnya akan merindukan Pogba.

Pogba mengalami cedera pada otot paha belakangnya saat United menang atas Basel di Liga Champions pekan lalu. Dia akan menjalani serangkaian pemindaian lebih lanjut untuk menentukan seberapa lama ia harus memulihkan diri.

Pemain internasional Prancis itu, yang menjadi kapten United saat melawan juara Swiss, harus ditarik keluar lapangan saat timnya menang 3-0 dan sejumlah laporan mengatakan ia berpeluang absen selama 12 pekan karena robek otot. Namun, manajer Jose Mourinho mengatakan penyebab cedera belum akan diketahui sampai hasil-hasil pemindaian didapat.

United menang 4-0 atas Everton pada akhir pekan lalu, di mana Marouane Fellaini mengisi posisi Pogba. Namun, Mhkitaryan mengatakan klub akan merindukan kreativitas Pogba yang telah membantu mereka meraih kemenangan-kemenangan besar musim ini. "Itu sulit, karena ia merupakan pemain papan atas bagi kami," ucapnya kepada harian Prancis SFR Sport.

Pasukan Mourinho berbagi posisi puncak klasemen Liga Inggris dengan Manchester City dan sama-sama mengoleksi 13 angka dari lima pertandingan. Kedua klub Manchester itu masing-masing memiliki 16 gol dan hanya kemasukan dua gol.

United akan menjamu klub Championship (strata kedua) Burton Albion pada putaran ketiga Piala Liga pada Rabu, sebelum melawat ke markas Southampton di liga pada Sabtu.

sumber : Antara/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement