REPUBLIKA.CO.ID, BELGRADE — Pelatih Arsenal Arsene Wenger mengatakan Olivier Giroud mengatakan kepadanya bahwa dia akan mencetak gol di Liga Europa. Striker asal Prancis itu melakukan tendangan luar biasa striker untuk menyegel kemenangan Arsenal atas Red Star Belgrade dengan skor 1-0 pada Grup H Liga Europa, Jumat (20/10) dini hari WIB.
The Gunners melakukan perjalanan ke Red Star Belgrade dan harus bermain imbang selama lebih dari 880 menit. Namun lima menit setelah Milan Rodic diusir dari lapangan pada menit ke-80, Giroud melakukan penyelesaian akrobatik untuk memastikan kemenangan bagi tim Liga Premier Inggris.
Hasil ini memastikan Arsenal mempertahankan rekor sempur di Liga Europa dengan tiga kemenangan. Wenger mengungkapkan Giroud tahu dia akan menyarangkan bola ke gawang klub asal Serbia tersebut.
"Pada tahap tertentu, dia mendatangi saya dan mengatakan dia akan mencetak gol,” kata Wenger dalam konferensi pers pascapertandingan, dilansir Sky Sports.
Dia tidak tahu alasan Giroud yakin akan mencatatkan namanya di papan skor. Namun, menurut dia, hal itu terjadi lantaran Giroud selalu yakin akan memberikkan sumbangsih kepada Arsenal.
“Dia tetap yakin, meski sulit. Mungkin, itulah alasannya dia juga mencetak gol saat Anda belum tentu mengharapkannya,” kata Wenger.
Wenger percaya seseorang bisa menjadi pemenang karena sikap mental yang ingin menang. “Anda menang ketika Anda bisa, bukan ketika Anda memutuskan untuk menang,” kata dia.
Wenger pun memuji penampilan anak-anak asuhnya yang menunjukkan semangat luar biasa untuk berjuang bersama. Dia menuturkan Red Star Belgrade bertahan dengan sangat baik. “Tapi, gol adalah sebuah konsekwensi bagi kami yang berusaha mematahkan pertahanan mereka,” kata dia.
Wenger membuat 10 perubahan dari tim yang menelan kekalahan 1-2 ketika menghadapi Watford pada akhir pekan lalu. Dia menurunkan sejumlah pemain muda dan Mathieu Debuchy, yang kembali beraksi setelah 11 bulan berada di pinggir lapangan.
Pelatih asal Prancis ini pun mengaku senang karena Debuchy berhasil bertahan di lapangan selama 90 menit. “Dia hanya bermain setengah babak ketika tampil bersama U-23 awal pekan ini. Secara keseluruhan, dia memiliki performa positif untuk seseorang yang telah lama absen," kata Wenger menambahkan.
Wenger juga memuji para pemain muda yang berhasil menunjukkan karakternya pada laga tersebut. Dia menyatakan tidak mudah mengekspresikan diri pada usia 18 tahun.
Atmosfer luar biasa

Pemain Arsenal Theo Walcott (tengah) memberikan apresiasi kepada suporter yang memenuhi Stadion Red Star, Belgrade, Serbia, Jumat (20/10). (EPA-EFE/Andrej Cukic)
Pada kesempatan itu, dia juga memuji penonton yang memadati stadion. Menurut dia, para pendukung tuan rumah berhasil menghadirkan atmosfer yang mengintimidasi bagi timnya.
"Saya percaya bahwa ini adalah permainan yang sangat sulit dengan intensitas tinggi dalam suasana yang sangat panas namun suportif bagi tim tuan rumah,” kata dia.
Pelatih Red Star Vladan Milojevic ingin pemainnya belajar dari pengalaman melawan tim seperti Arsenal. Namun, dia menyesalkan kartu kuning kedua kepada Rodic, yang sikunya mengenai Francis Coquelin.
"Setiap kekalahan menyakitkan. Kehilangan pemain juga terlalu buruk bagi kami. Tapi, kami harus terus maju. Kami melakukan yang terbaik dan para pemain bisa bangga Arsenal tidak mendominasi permainan ini,” kata dia.
Dia menambahkan permainan seperti ini penting bagi timnya untuk mendapatkan pengalaman. “Kami membutuhkannya untuk memperbaiki diri."